Ruang Kerja Redup di Bandara Juanda: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Mata Staf

VOKASI NEWS – Bekerja sepanjang hari dalam ruangan dengan pencahayaan kurang optimal dapat memberikan dampak terhadap kesehatan pekerja. Kondisi tersebut ditemukan pada ruang perkantoran Divisi Airport Quality & Safety, Gedung AOB, Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Hasil pengukuran intensitas pencahayaan pada 30 Maret 2026 menunjukkan rata-rata pencahayaan umum hanya mencapai 219,79 lux. Angka tersebut masih berada di bawah standar minimal 300 lux berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2018.

Temuan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan visual. Pencahayaan yang tidak sesuai standar juga dapat meningkatkan risiko kesehatan, salah satunya Computer Vision Syndrome (CVS) atau kelelahan mata digital.

Menurut American Optometric Association (AOA), CVS merupakan kumpulan gangguan mata dan penglihatan akibat penggunaan layar digital dalam waktu lama. Gejalanya meliputi mata lelah, mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga nyeri leher dan punggung.

Cahaya Redup, Risiko Tinggi

Pengukuran pencahayaan dilakukan menggunakan Lux Meter pada 25 titik untuk pencahayaan umum dan 11 titik untuk pencahayaan lokal. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan tingkat pencahayaan yang cukup besar.

Titik dengan pencahayaan tertinggi mencapai 359,6 lux, sedangkan titik terendah hanya sebesar 51,4 lux. Dari 25 titik pengukuran umum, hanya dua titik yang memenuhi standar minimal 300 lux.

Sementara itu, seluruh titik pengukuran lokal pada meja kerja belum memenuhi standar dengan rata-rata pencahayaan hanya mencapai 216,4 lux.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya armatur lampu yang tidak berfungsi secara maksimal karena hanya satu dari dua lampu yang menyala.

Selain itu, perubahan tata letak meja kerja belum diikuti dengan penyesuaian posisi lampu di langit-langit. Akibatnya, beberapa area kerja berada dalam kondisi kurang mendapatkan pencahayaan langsung.

Layar Terang, Ruangan Gelap: Beban Ganda bagi Mata

Perbedaan tingkat kecerahan antara layar komputer dan ruangan yang redup dapat meningkatkan beban kerja mata. Kondisi tersebut membuat mata harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus.

Tanpa disadari, pekerja dapat lebih sering menyipitkan mata dan mengurangi frekuensi berkedip. Akibatnya, lapisan air mata lebih cepat mengalami penguapan sehingga mata menjadi kering dan terasa tidak nyaman.

Apabila berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat memicu munculnya gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan mata, tetapi juga kenyamanan dan produktivitas kerja.

Hal tersebut menjadi perhatian penting karena Divisi Airport Quality & Safety memiliki tanggung jawab terhadap dokumen keselamatan penerbangan. Kelelahan mata yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko human error, seperti kesalahan membaca data atau melewatkan informasi penting dalam laporan analisis bahaya.

Solusi Praktis yang Sudah Ada di Depan Mata

Perbaikan kondisi pencahayaan sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah sederhana. Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah mengganti lampu berkapasitas 16 watt dengan lampu LED T8 18 watt.

Penggantian tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp25.000–Rp35.000 per unit. Dengan kebutuhan 24 lampu, total anggaran yang diperlukan berkisar antara Rp600.000 hingga Rp840.000.

Selain perbaikan pencahayaan, penataan ulang posisi meja kerja juga diperlukan. Meja kerja perlu disesuaikan dengan titik penyebaran armatur lampu agar setiap area memperoleh cahaya yang lebih optimal.

Penerapan metode 20-20-20 juga dapat menjadi langkah pengendalian administratif. Metode tersebut menganjurkan pekerja untuk mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik setiap 20 menit bekerja menggunakan layar digital (Dotulong dkk., 2021).

Temuan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya berkaitan dengan aktivitas operasional pesawat atau area landasan pacu. Ruang kerja administrasi yang terlihat sederhana juga memiliki potensi bahaya yang perlu diperhatikan.

Upaya menjaga kualitas pencahayaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Dengan kondisi visual yang baik, pekerja dapat menjalankan tugas secara lebih nyaman, akurat, dan mendukung keandalan laporan keselamatan penerbangan.

[BACA JUGA: Dari Ruang Kuliah ke Posyandu Lansia: Jejak Pengabdian Mahasiswa Vokasi UNAIR]

Penulis: Muhamad Imaduddin Firmansyah

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)