Lawan Kolesterol dengan Lezatnya Es Puter Ubi Jalar Ungu: Inovasi Terapi Komplementer Tradisional

VOKASI NEWS – Kadar kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia menjadi salah satu pemicu utama penyakit degeneratif mematikan seperti jantung koroner dan stroke. Kondisi medis ini ditandai dengan angka kadar kolesterol total dalam darah yang mencapai nilai > 200 mg/dl. Di Indonesia, prevalensi penderita kolesterol tinggi pada kelompok usia 45-54 tahun cukup signifikan, terutama pada populasi wanita.

Penurunan produksi hormon estrogen pada masa menopause menjadi faktor risiko biologis yang meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Pencegahan hiperkolesterolemia dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologi dengan mengonsumsi pangan fungsional lokal seperti ubi jalar ungu. Tanaman umbi ini memiliki keunggulan berupa kandungan antosianin yang tinggi sebesar 110,15 mg per 100 gram bahan segar. Antosianin merupakan antioksidan alami yang mampu menghambat penyerapan kolesterol dalam saluran cerna serta memperbaiki proses metabolisme lipid.

Es Puter Ubi Jalar Ungu dan Mekanisme Manfaatnya Menurut Ilmu Gizi serta TCM

Pemanfaatan ubi jalar ungu ini kemudian dikembangkan menjadi olahan es puter tradisional lezat yang menggunakan bahan dasar santan. Es puter ubi jalar ungu hadir sebagai pilihan camilan sehat yang bebas kolesterol hewani karena menggunakan sumber lemak nabati. Formulasi es puter ini dirancang dengan kadar gula yang terkontrol untuk menjaga manfaat kesehatan bagi para penderita kolesterol. Secara mekanis, serat kasar dalam ubi ungu bekerja menyerap dan mengikat kolesterol di usus sebelum dibuang melalui feses. Kandungan flavonoid antosianin juga berperan aktif mengaktifkan jalur metabolik untuk menghambat pembentukan kolesterol baru di organ hati.

Berdasarkan perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), ubi jalar ungu memiliki sifat netral dan rasa manis yang menyehatkan. Bahan pangan ini secara khusus berfungsi untuk menutrisi organ limpa dan lambung guna memperbaiki sistem transportasi nutrisi. Dalam teori TCM, kolesterol tinggi sering kali dikaitkan dengan sindrom kelembapan dan dahak akibat melemahnya fungsi limpa. Konsumsi rutin ubi ungu dipercaya dapat memperkuat organ pencernaan sekaligus membantu melancarkan aliran darah yang mengalami stagnasi.

Hasil Penelitian dan Potensi Es Puter Ubi Jalar Ungu sebagai Terapi Komplementer

Uji klinis terhadap 12 responden wanita penderita hiperkolesterolemia di Wonoayu, Surabaya menunjukkan adanya perubahan signifikan setelah intervensi. Penelitian yang dilaksanakan seminggu ini diberikan 100 gram es puter setiap hari. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata penurunan kadar kolesterol sebesar 11,83 mg/dL dibandingkan dengan nilai awal sebelum dilakukan terapi. Sebanyak 58,3 % responden penelitian bahkan berhasil mencapai kategori kadar kolesterol normal kembali setelah tujuh hari. Penggunaan terapi nutrisi ini terbukti memberikan dampak fisiologis yang positif bagi pengelolaan kadar lemak darah di dalam tubuh.

Meskipun baru menunjukkan efek jangka pendek, es puter ubi ungu berpotensi menjadi alternatif terapi komplementer yang menyenangkan. Kepatuhan terhadap gaya hidup sehat dan pengaturan pola makan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kolesterol. Inovasi kuliner tradisional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal fungsional.

[BACA JUGA: Dari Ruang Kuliah ke Posyandu Lansia: Jejak Pengabdian Mahasiswa Vokasi UNAIR]

Penulis: Lutfiyatul Majidah

Pembimbing: Dwi Setiani Sumardiko, Edith Frederika Puruhito

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)