VOKASI NEWS – Program Uji Kompetensi Berstruktur atau Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medik (TLM) UNAIR merupakan salah satu agenda krusial yang dirancang untuk menguji kesiapan praktis mahasiswa. Melalui OSCE, mahasiswa tidak hanya diuji secara teoritis. Mereka juga dituntut untuk menerapkan seluruh ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan dan laboratorium ke dalam simulasi situasi nyata di lapangan. Kegiatan ini menjadi tolok ukur penting dalam meningkatkan keterampilan profesional dan mentalitas kerja mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga memperluas kesiapan mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia profesi kesehatan.
Pelaksanaan OSCE bagi mahasiswa D4 TLM UNAIR menjadi kesempatan berharga untuk mengaplikasikan keahlian teknis yang telah diasah selama beberapa semester. Dalam lingkungan ujian yang dinamis dan terstandarisasi, para peserta dapat merasakan langsung atmosfer pelayanan laboratorium klinis yang sesungguhnya. Kegiatan ini dirancang tidak sekadar menguji aspek kognitif, melainkan memberikan gambaran mendalam tentang tantangan, ketelitian, dan realitas etika di dunia kesehatan. Melalui pengalaman ujian terstruktur ini, mahasiswa dapat mengevaluasi kompetensi dirinya. Selain itu, mereka juga dapat membangun sikap profesional yang tinggi serta memantapkan langkah menuju dunia kerja yang kompetitif.
Mengapa Kegiatan OSCE Ini Sangat Penting?
Program Studi D4 TLM UNAIR menyadari bahwa dunia kesehatan modern membutuhkan tenaga laboratorium yang berkualitas. Tenaga tersebut tidak hanya harus cekatan dan akurat, tetapi juga memiliki integritas serta profesionalisme yang tinggi. Oleh karena itu, Objective Structured Clinical Examination (OSCE) menjadi salah satu metode evaluasi yang sangat penting dalam memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi tuntutan profesi.
Melalui OSCE, keterampilan klinis mahasiswa dapat divalidasi dengan memastikan bahwa setiap prosedur laboratorium dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku. Selain itu, OSCE juga menguji kemampuan mahasiswa dalam mengelola waktu dan menjaga ketepatan kerja. Kemampuan tersebut diperlukan untuk meminimalkan kesalahan pada tahap pra-analitik, analitik, maupun pasca-analitik. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, ujian ini juga menilai kemampuan komunikasi dan etika profesional mahasiswa dalam berinteraksi dengan pasien simulasi maupun sesama tenaga kesehatan.
Lebih jauh lagi, OSCE berperan sebagai sarana persiapan mental dan teknis sebelum mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Nasional sebagai syarat memperoleh sertifikasi profesi. Dengan demikian, OSCE bukan sekadar ujian biasa. OSCE merupakan sistem evaluasi yang komprehensif dan dirancang untuk menyelaraskan kualitas lulusan dengan kebutuhan industri layanan kesehatan saat ini.
Tahapan Pelaksanaan OSCE D4 TLM Universitas Airlangga
Pelaksanaan OSCE D4 TLM UNAIR berlangsung secara sistematis dan terintegrasi melalui beberapa stasi (station) yang mewakili berbagai bidang pemeriksaan laboratorium. Kegiatan diawali dengan proses registrasi dan pengondisian peserta. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan absensi, verifikasi identitas, serta mengikuti pengarahan singkat mengenai tata tertib dan mekanisme ujian.
Setelah itu, peserta diarahkan menuju area stasi ujian yang telah disusun secara berurutan, seperti stasi Hematologi, Kimia Klinik, Mikrobiologi, Imunoserologi, hingga Sitohistoteknologi. Sebelum memasuki setiap stasi, mahasiswa diberikan waktu singkat untuk membaca dan memahami skenario kasus klinis. Skenario tersebut tertera pada instruksi yang ditempel di depan pintu ruangan. Ketika bel tanda masuk berbunyi, peserta memasuki stasi untuk melakukan tindakan analisis laboratorium atau menginterpretasikan hasil pemeriksaan sesuai dengan kasus yang diberikan.
Selama proses tersebut, dosen penguji akan melakukan penilaian secara objektif menggunakan rubrik penilaian yang telah terstandarisasi. Setelah waktu yang ditentukan berakhir dan bel tanda selesai berbunyi, peserta diwajibkan menghentikan aktivitasnya. Selanjutnya, peserta berpindah ke stasi berikutnya sesuai alur yang telah ditentukan. Proses tersebut dilakukan hingga seluruh rangkaian stasi berhasil diselesaikan.
OSCE sebagai Bekal Mahasiswa Menjadi ATLM yang Kompeten dan Profesional
Kegiatan OSCE D4 TLM Surabaya bukan hanya sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan komitmen institusi untuk terus melahirkan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang kompeten dan adaptif. Dengan adanya sistem evaluasi yang ketat dan modern ini, program studi membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Lulusan tersebut diharapkan memiliki integritas serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien. Pengalaman menghadapi OSCE sangat berharga dalam membentuk keahlian motorik dan penalaran klinis yang kuat. Pengalaman tersebut juga mempersiapkan mahasiswa untuk berkontribusi nyata di dunia medis yang terus berkembang.
[BACA JUGA: BMI Belum Tentu Menentukan Kekuatan Genggaman pada Dewasa Muda]
Penulis: Firda Dwi Ardiyanti
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



