VOKASI NEWS – Masalah kesehatan utama yang terjadi pada wanita ialah kanker payudara. Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di seluruh dunia. Tak sedikit juga korban jiwa yang ditimbulkan akibat menderita kanker payudara. Indonesia turut serta menyumbang angka kejadian dan angka kematian akibat kanker payudara yang cukup besar. Angka kematian yang ditimbulkan oleh kanker payudara dapat ditekan dengan melakukan penanganan sedini mungkin dengan cara melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat apabila terdapat benjolan tidak normal pada payudara.
Upaya Deteksi Dini
Deteksi kanker payudara sedini mungkin dapat dilakukan dengan cara yang paling mudah, yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan memijat payudara dan merasakan apakah terdapat benjolan di dalamnya. Apabila terdapat benjolan, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan untuk memvalidasi apakah benjolan tersebut kanker atau bukan.
Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu puskesmas. Puskesmas telah memiliki modalitas USG untuk melakukan tindakan pencitraan medis. Sayangnya, tidak semua puskesmas memiliki dokter spesialis yang tersedia setiap waktu untuk melakukan pemeriksaan USG.
Solusi Kecerdasan Buatan
Di zaman yang semakin canggih ini, teknologi kecerdasan buatan sudah banyak dimanfaatkan pada bidang kesehatan untuk membantu menunjang pelayanan. Teknologi kecerdasan buatan berupa deep learning dapat diimplementasikan untuk melakukan deteksi kanker payudara pada modalitas USG. Pengaplikasian kecerdasan buatan untuk mendeteksi kanker payudara ini dapat membantu dokter untuk segera melakukan penanganan lanjutan terhadap pasien.
Pemanfaatan akan lebih terasa ketika diimplementasikan pada tiap-tiap puskesmas. Hal tersebut dikarenakan puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang lebih menjangkau daerah-daerah dibandingkan dengan rumah sakit yang kebanyakan berada di kota. Selain itu, tidak semua operator USG merupakan dokter spesialis yang memiliki spesialisasi lebih dalam mengenai kanker.
Adanya teknologi deteksi kanker payudara tersebut diharapkan mampu membantu dokter sebagai operator USG, terutama di puskesmas, untuk memberikan diagnosis yang tepat terhadap pasien kanker payudara. Apabila kanker payudara dapat diketahui sedini mungkin, kemungkinan kematian akibat kanker payudara akan menurun juga seiring dengan kemampuan diagnosis dan pemberian penanganan lanjutan yang lebih cepat.
[BACA JUGA: Mengapa Jejaring Lebih Penting daripada Sikap Keuangan bagi Wirausaha Muda?]
Penulis: Setya Ilham Rayyana Putra
Pembimbing: Aisyah Widayani dan Lailatul Muqmiroh
Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)



