Mengoptimalkan Kualitas Citra MRI Prostat dengan FOCUS DWI

VOKASI NEWS – Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada pria. Pemeriksaan penunjang yang berperan penting dalam mendeteksi dan mengevaluasi kanker prostat adalah pemeriksaan radiologi dengan modalitas Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sekuens Diffusion Weighted Imaging (DWI) menjadi komponen penting karena mampu memberikan informasi mengenai pergerakan molekul air di dalam jaringan. Sehingga membantu membedakan jaringan normal dengan jaringan yang dicurigai sebagai lesi.

Meski diagnostiknya baik, teknik konvensional DWI masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan berupa distorsi geometrik dan ketajaman citra akibat field of view (FOV) yang luas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan teknik Field-of-View Optimized and Controlled Undistorted Single-Shot (FOCUS DWI). Teknik ini berkonsep reduced field of view (rFOV). Bertujuan untuk memperkecil area pencitraan agar hanya berfokus pada organ prostat. Teknik ini mampu mengurangi distorsi dan meningkatkan ketajaman citra tanpa mengubah prinsip dasar pemeriksaan DWI.

Evaluasi Kualitatif Kualitas Citra dan Keunggulan Resolusi Spasial

Efektivitas teknik FOCUS DWI dievaluasi melalui beberapa parameter kualitas citra secara kuantitatif. Parameter meliputi Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Resolusi spasial menggunakan Modulation Transfer Function (MTF50) serta waktu pemeriksaan (scan time). Menurut hasil evaluasi kuantitatif, FOCUS DWI mampu mempertahankan kualitas sinyal. Nilai SNR dan CNR tidak berbeda secara signifikan dibandingkan teknik konvensional. Pengurangan area pencitraan tidak mengurangi kualitas informasi diagnostik yang dihasilkan.

Perbedaan paling menonjol ditemukan pada parameter resolusi spasial. Menurut pengukuran MTF50, FOCUS DWI menghasilkan resolusi spasial jauh lebih tinggi. Peningkatan resolusi spasial membuat citra yang dihasilkan menjadi lebih tajam. Batas lesi dan struktur anatomi prostat dapat divisualisasikan dengan lebih jelas. Ketajaman citra berpotensi membantu dokter radiologi dalam mengidentifikasi lokasi lesi.

Efisiensi Waktu Akuisisi dan Evaluasi Parameter ADC Value

Selain citra yang lebih tajam, FOCUS DWI memiliki waktu akuisisi 7 detik lebih singkat. Pemeriksaan singkat mengurangi kemungkinan pergerakan pasien selama proses akuisisi. Hal ini membuat risiko timbulnya motion artifact dapat diminimalkan. Efisiensi waktu menjadi nilai tambah penerapan teknik FOCUS DWI MRI prostat.

Selain kualitas citra, Apparent Diffusion Coefficient Value (ADC Value) turut dievaluasi. Evaluasi bertujuan mengetahui karakteristik difusi molekul air pada jaringan. Menurut hasil pengukuran ADC Value, tidak terdapat perbedaan signifikan antara teknik DWI konvensional dan FOCUS DWI. Nilai ADC merepresentasikan karakteristik difusi jaringan tanpa dipengaruhi jenis akuisisi. FOCUS DWI meningkatkan kualitas visual citra tanpa mengubah informasi kuantitatif yang menjadi dasar penilaian
karakteristik jaringan prostat.

Secara keseluruhan, penerapan FOCUS DWI pada pemeriksaan MRI memberikan trade-off yang sangat menguntungkan. Teknik menghasilkan resolusi spasial lebih baik serta waktu pemeriksaan singkat. Keunggulan dicapai tanpa mengurangi sinyal, kontras citra, maupun keandalan ADC Value. Kombinasi berpotensi mengoptimalkan pencitraan sekaligus mendukung ketepatan evaluasi kanker prostat.

[BACA JUGA: Investasi Kesehatan Remaja Melalui Deteksi Dini Hiperglikemia dan Hiperurisemia]

Penulis: Atikah Salsabilla Indraputri

Pembimbing: Muhaimin dan Eunike Serfina Fajarini

Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)