Kenali, Pantau, Cegah Diabetes dan Hipertensi: Bersama Mesentrical 2026 Membangun Lansia Sehat

VOKASI NEWS – Himpunan Mahasiswa Analis Kesehatan (HIMANIS) menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Melalui program Mesentrical 2026 (Medical Analyst Entering Village to be Clean and Health). Program bertema “Lansia Sehat, Hidup Bermartabat”. Kegiatan berlangsung dari Rabu, 15 Juli hingga Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Peserta berasal dari seluruh wilayah Desa Balungtawun yang meliputi Dusun Bangunrejo, Jirekan, Sangeng, dan Tawun. Program berfokus pada pemantauan hipertensi dan diabetes sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan usia lanjut. Pemantauan kesehatan tersebut didasarkan pada tingginya angka hipertensi dan diabetes yang ditemukan pada kelompok lansia di wilayah tersebut. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan edukasi kesehatan sekaligus pemeriksaan kesehatan secara berkala agar masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini penyakit.

Inovasi Gizi dan Pemantauan Lewat ‘SAPA WARGA’

Rangkaian kegiatan Mesentrical diawali dengan aksi SAPA WARGA untuk membangun membangun komunikasi dan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat. Tak hanya menyapa, mahasiswa juga menggelar demonstrasi pembuatan susu kacang tanah jahe. Minuman sehat diracik menggunakan bahan lokal seperti kacang tanah dan jahe. Bahan lain berupa gula aren, daun pandan, dan sejumput garam.

Pemilihan kacang tanah bukan tanpa alasan. Kabupaten Lamongan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kacang tanah yang potensial. “Pemanfaatan komoditas lokal ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkenalkan olahan minuman bergizi yang dapat mendukung pola hidup sehat bagi masyarakat.” Jelas Nona selaku perwakilan Divisi Medis Mesentrical 2026.

Selain inovasi pangan, dalam momen SAPA WARGA ini juga diperkenalkan buku panduan khusus bertajuk “Sejiwa Lansia” (Sehat Jiwa Raga Lansia). Buku ini dirancang sebagai instrumen monitoring kesehatan mandiri lansia. Digunakan untuk memantau perkembangan tekanan darah (hipertensi) dan kadar gula darah (diabetes). Buku juga dilengkapi dengan rekomendasi menu makanan sehat harian yang ramah bagi usia lanjut.

Tawa Ceria Anak Desa: Langkah Kecil Hidup Bersih dan Sehat

Tidak hanya menyasar kelompok lansia, Mesentrical 2026 juga merangkul anak-anak Desa Balungtawun melalui sesi Belajar Bersama. Anak-anak diajak mengenal urutan menyikat gigi dan mencuci tangan. Anak-anak belajar memilah makanan sehat serta membaca dan menghitung.

Melalui interaksi yang ceria dan penuh kehangatan ini, terjalin kedekatan emosional yang erat antara mahasiswa dan warga. Hal ini menjadi kunci menumbuhkan rasa percaya masyarakat. Masyarakat termotivasi menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Edukasi Kesehatan, Medical Check-Up (MCU), dan Pasar Murah

Puncak pengabdian dihadiri oleh 50 peserta lansia di balai desa. Acara diisi dengan pemaparan materi diabetes melitus secara mendalam oleh Dr. Anita Kurniati, S.Si., M.Si.,. Dilanjut dengan materi hipertensi oleh dr. Erlinda Widyastuti, Sp.PK. Kedua narasumber mengulas tuntas faktor risiko, deteksi gejala awal, pencegahan mandiri, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Edukasi dikemas interaktif melalui demonstrasi permainan Ular Tangga Sehat. Setiap kotak berisi pertanyaan kesehatan dan instruksi stretching ringan. Lansia tampak sangat antusias mengikuti permainan tersebut.

Setelah selesai edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan Medical Check-Up (MCU) gratis berkolaborasi dengan puskesmas setempat. Pemeriksaan komprehensif ini meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Dalam alur pelayanan, mahasiswa berperan aktif melakukan registrasi, pengisian buku monitoring “Sejiwa Lansia” serta pemeriksaan awal. Sementara itu, tenaga medis puskesmas memberikan edukasi lanjutan dan memberikan terapi obat gratis bagi warga yang membutuhkan. Bersamaan itu, diselenggarakan Pasar Murah paket sembako bersubsidi. Paket sembako berisi minyak goreng, teh, gula, mi, dan beras. Program membantu meringankan pemenuhan kebutuhan pangan warga pra-sejahtera.

Mesentrical 2026 ditutup secara resmi di Balai Desa Balungtawun dihadiri oleh seluruh panitia, kader kesehatan, serta Ibu Kepala Desa Balungtawun. Penutupan diisi dengan penyampaian apresiasi tinggi kepada pemerintah desa, puskesmas setempat, kader, dan warga atas kolaborasi luar biasa ini. Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencegahan serta pemantauan diabetes dan hipertensi di Desa Balungtawun terus terjaga. Budaya pemeriksaan kesehatan mandiri semakin kuat, serta mampu mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan hidup bermartabat

[BACA JUGA: Studi di Rumah Sakit Universitas Airlangga: Hubungan eGFR dengan Natrium dan Kalium pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis]

Penulis: Kholifah Rahayu Fitri

Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)