Aktivitas Fisik Bantu Ringankan Gejala Menopause pada Wanita Premenopause

VOKASI NEWS – Memasuki usia 40 hingga 50 tahun, perempuan akan mengalami fase premenopause sebagai bagian dari proses alami menuju menopause. Pada masa ini, perubahan kadar hormon estrogen dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari sensasi panas (hot flashes), gangguan tidur, nyeri sendi, mudah lelah, hingga perubahan suasana hati. Jika tidak dikelola dengan baik, berbagai gejala tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Seiring meningkatnya jumlah perempuan yang memasuki usia paruh baya, upaya menjaga kesehatan selama masa premenopause menjadi semakin penting. Salah satu cara yang mudah dilakukan adalah menerapkan aktivitas fisik secara rutin. Kebiasaan tersebut dinilai mampu membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan hormonal sekaligus mengurangi keluhan yang muncul selama masa transisi menuju menopause.

Aktivitas Fisik Berperan Menjaga Kesehatan

Aktivitas fisik tidak selalu identik dengan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, senam aerobik, berkebun, hingga melakukan pekerjaan rumah tangga juga termasuk aktivitas fisik yang memberikan manfaat bagi kesehatan.

Kebiasaan tersebut membantu menjaga kebugaran tubuh, mempertahankan berat badan ideal, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung kesehatan mental. Aktivitas fisik juga berkontribusi dalam menjaga fungsi otot dan persendian yang mulai mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Sebagian Besar Responden Memiliki Aktivitas Fisik Sedang

Penelitian yang dilakukan pada 36 wanita premenopause anggota PKK RT 13 Kelurahan Airlangga menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik kategori sedang, yaitu sebesar 63,9 persen.

Selain itu, mayoritas responden mengalami gejala menopause dalam kategori ringan, yakni sebesar 36,1 persen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun telah memasuki fase premenopause.

Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Ringannya Gejala Menopause

Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square dengan pendekatan Monte Carlo menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dan tingkat keparahan gejala menopause. Nilai signifikansi sebesar 0,001 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik yang dilakukan, semakin ringan pula gejala menopause yang dirasakan.

Aktivitas fisik diketahui dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan mengurangi rasa nyeri sekaligus membantu memperbaiki suasana hati. Selain itu, olahraga juga mendukung kualitas tidur, menjaga fungsi otot dan sendi, serta membantu mengendalikan berat badan yang menjadi salah satu faktor penting selama masa premenopause.

Membiasakan Gaya Hidup Aktif Sejak Usia 40 Tahun

Penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengikuti senam secara rutin memberikan manfaat positif bagi kesehatan perempuan selama masa premenopause. Selain senam, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, bersepeda santai, maupun melakukan aktivitas fisik bersama keluarga juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran.

Premenopause merupakan fase alami yang akan dialami setiap perempuan. Meskipun berbagai gejala dapat muncul, kondisi tersebut tidak harus menurunkan kualitas hidup apabila diimbangi dengan pola hidup sehat. Dengan membiasakan aktivitas fisik secara teratur sejak usia 40 tahun, perempuan dapat menjalani masa transisi menuju menopause dengan tubuh yang lebih sehat, tetap aktif, dan produktif.

[BACA JUGA: Selisih Stok Bahan Baku di Gudang – Pelajaran dari Prosedur Audit PT ABC]

Penulis: Delia Putri Rahmanda

Pembimbing: Sofiatun, Estu Meilani

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)