Analisis Kualitas Citra CT-Scan dengan Variasi Window, Width, Window Level, dan Slice Thickness pada Kasus Pankreatitis

VOKASI NEWS – Pemeriksaan CT-scan abdomen non-kontras penting untuk deteksi dini pankreatitis tanpa risiko alergi media kontras. Optimalisasi parameter teknis diperlukan untuk visualisasi perubahan densitas parenkim. Parameter tersebut meliputi slice thickness dan pengaturan windowing (Window Width/WW dan Window Level/WL). Hal ini dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis pankreatitis. Penelitian kuantitatif analitik observasional retrospektif ini menggunakan data citra dari 24 pasien. Pengambilan data bertempat di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya dengan teknik post-processing Minimum Intensity Projection (MinIP).

Kualitas objektif (Signal-to-Noise Ratio/SNR, Contrast-to-Noise Ratio/CNR, dan noise) diukur melalui Region of Interest (ROI). Kualitas subjektif dinilai oleh 2 dokter spesialis radiologi melalui kuesioner. Data diuji menggunakan Two-Way Repeated Measures ANOVA untuk data yang berdistribusi normal. Sementara itu, uji Friedman Test dan Wilcoxon Test digunakan untuk data yang berdistribusi tidak normal. Selanjutnya, uji Weighted Cohen’s Kappa digunakan untuk uji kesepakatan pada hasil kuesioner dokter.

Hasil Analisis Citra

Secara objektif, slice thickness berpengaruh signifikan (p<0,001). Irisan 1 mm menghasilkan SNR (2,62) dan CNR (6,94) lebih tinggi. Ukuran ini juga menghasilkan noise lebih rendah (16,8 HU) dibandingkan irisan 5 mm. Hal tersebut terjadi karena teknik MinIP mampu mereduksi efek partial volume averaging.

Sementara itu, variasi WW/WL tidak mengubah nilai matriks piksel asli secara objektif (p=1,000). Namun secara subjektif (Weighted Kappa = 0,857), pengaturan window yang lebih sempit dinilai paling optimal. Pengaturan WW 300 HU/WL 30 HU tersebut dipilih karena mempertajam kontras jaringan lunak.

Protokol terbaik untuk CT-scan abdomen non-kontras pada kasus pankreatitis adalah kombinasi beberapa parameter teknis. Kombinasi tersebut meliputi slice thickness 1 mm, WW 300 HU, dan WL 30 HU. Hal ini berfungsi untuk mempermudah identifikasi area inflamasi.

Parameter teknis akuisisi sangat berpengaruh terhadap tampilan citra akhir. Parameter tersebut adalah window width (WW), window level (WL), dan slice thickness. Pengaruhnya terutama dalam hal kontras, deteksi lesi, dan visualisasi jaringan lunak seperti pankreas.

Parameter Teknis CT-Scan

Window settings (WW dan WL) adalah cara mengatur rentang dan pusat skala HU yang ditampilkan, sehingga struktur densitas tertentu dapat terlihat optimal pada monitor. Penyesuaian pengaturan window yang tepat dapat meningkatkan ketajaman organ target dan visualisasi abnormalitas inflamasi, serta memengaruhi persepsi radiolog terhadap densitas jaringan yang tampak. Pengaturan window yang dioptimalkan dapat meningkatkan lesion conspicuity pada proses inflamasi abdomen seperti pankreatitis dibandingkan dengan setting pabrikan standar.

Slice tebal (5 mm) mengurangi noise dan kemampuan deteksi detail kecil. Untuk nilai slice thickness pankreatitis menggunakan slice tipis 1 mm karena cenderung memberikan resolusi spasial lebih baik untuk deteksi edema, peradangan, dan pankreatitis. Untuk slice tebal, yaitu 5 mm seringkali digunakan karena pertimbangan noise rendah dan kecepatan akuisisi, tetapi dapat menyamarkan detail kecil.

Kombinasi Parameter Optimal

WW dan WL menentukan rentang densitas (HU) dan titik tengah rentang densitas yang ditampilkan pada citra dan berdampak langsung pada kontras visual jaringan dan kemampuan membedakan struktur patologis dari jaringan normal. Pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan hilangnya detail diagnostik atau penurunan sensitivitas dalam mendeteksi lesi jaringan. Windowing yang optimal mampu menonjolkan perbedaan densitas jaringan inflamasi pankreas sehingga memperbaiki visualisasi struktur internal dan abnormalitas klinis.

Irisan yang tipis dapat meningkatkan kemampuan deteksi detail kecil namun cenderung meningkatkan noise, sedangkan irisan yang tebal dapat menurunkan noise tetapi dengan berkurangnya detail struktural. Kombinasi parameter Slice Thickness 1 mm WW 300 HU WL 30 HU menghasilkan detail spasial yang sangat tinggi pada anatomi pankreas dan jaringan di sekitarnya. Batas organ dan visualisasi area inflamasi terlihat lebih tajam.

[BACA JUGA: Bangun Sinergi, HMTV UNAIR dan KMTV UGM Gelar VETTECHXPLORE 2026]

Penulis: Cindythia Artha Firdauzah

Pembimbing: Amillia Kartika Sari dan Pramono S

Editor: Nawal Eka Paramita (Tim Vokasi Branding)