VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Akuntansi Vokasi UNAIR mengikuti Audit Training 2026 untuk memperkuat pemahaman prosedur audit dan risk based approach.
HIMA D-III Akuntansi Gelar Audit Training 2026
Semangat pengembangan diri kembali menyala di lingkungan Himpunan Mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Melalui Departemen Riset dan Keilmuan, program bertajuk Audit Training 2026 resmi digelar dengan mengusung tema “Understanding Audit Procedures and Risk Based Approach in Building Professional Auditors”.
Tema tersebut dipilih karena meningkatnya kompleksitas lingkungan bisnis menuntut hadirnya calon auditor yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi praktik audit di dunia profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan profesi auditor.
Selain itu, Audit Training 2026 menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri. Program ini dirancang agar mahasiswa memahami prosedur audit secara lebih nyata, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.
Pentingnya Pendekatan Audit Berbasis Risiko
Profesi auditor kini dihadapkan pada ekspektasi yang semakin tinggi. Standar pemeriksaan terus berkembang seiring dengan perubahan regulasi keuangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi ini membuat auditor perlu memahami prosedur audit secara menyeluruh dan mampu menyesuaikan pendekatan pemeriksaan dengan risiko yang ada.
Pendekatan berbasis risiko atau risk based approach menjadi salah satu konsep penting yang perlu dikuasai calon auditor. Pendekatan ini memungkinkan proses audit berjalan lebih efisien, terarah, dan fokus pada area yang memiliki risiko salah saji material lebih tinggi.
Tanpa pemahaman yang kuat terhadap konsep tersebut, auditor berisiko melewatkan potensi temuan penting yang dapat memengaruhi kualitas opini audit. Oleh karena itu, pengenalan risk based approach menjadi bagian penting dalam membentuk calon auditor yang profesional dan berintegritas.
Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja Audit
Departemen Riset dan Keilmuan merancang program ini sebagai respons terhadap kebutuhan mahasiswa akuntansi dalam memahami praktik audit secara lebih aplikatif. Audit Training 2026 tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami tantangan audit yang relevan dengan dunia kerja.
Kegiatan ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara materi perkuliahan dan praktik profesional. Mahasiswa diajak memahami bahwa proses audit tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan dokumen, tetapi juga membutuhkan kemampuan analisis, skeptisisme profesional, serta pengambilan keputusan berbasis bukti.
Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu melihat audit sebagai proses yang terstruktur, sistematis, dan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi keuangan.
Dua Pertemuan dengan Fokus Berbeda
Kegiatan Audit Training 2026 berlangsung selama dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Jumat, 6 Juni 2026, dengan fokus pada penyampaian materi secara mendalam mengenai prosedur audit dan pendekatan berbasis risiko.
Sementara itu, pertemuan kedua dilaksanakan pada 13 Juni 2026 dan dirancang khusus sebagai sesi praktik audit. Pemisahan sesi ini dilakukan agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep sebelum menerapkannya dalam simulasi.
Melalui rangkaian tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk menguji pemahaman melalui latihan yang menyerupai kondisi audit di dunia profesional.
Narasumber Berpengalaman di Bidang Audit
Untuk memastikan kualitas materi yang diberikan, program ini menghadirkan tiga narasumber dengan pengalaman kuat di bidang audit. Drs. Adi Pramono, Ak., CA., CPA. menjadi narasumber pertama yang memaparkan kerangka berpikir audit berbasis risiko serta implementasinya dalam pemeriksaan keuangan.
Selanjutnya, Tika Tety Pratiwi, S.E., M.Ak., Ak., CPA. mengupas strategi penilaian risiko secara komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup cara mengidentifikasi risiko, mengumpulkan bukti audit, serta mengevaluasi bukti secara efektif.
Sesi materi kemudian dilengkapi oleh Rudiana Fibriani, S.E., Ak., M.Ak., CPA. yang membahas perkembangan standar audit internasional terbaru. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang karier yang terbuka luas bagi generasi auditor muda.
Diskusi Interaktif Bersama Praktisi
Di sela sesi pemaparan, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi melalui forum panel dan tanya jawab interaktif. Kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung sebagai praktisi membuat diskusi berlangsung hidup dan kaya perspektif.
Peserta memanfaatkan sesi tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan nyata dalam dunia audit. Beberapa pertanyaan berkaitan dengan penerapan prosedur audit, penilaian risiko, hingga kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Melalui diskusi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh jawaban secara teoritis. Mereka juga mendapatkan gambaran langsung mengenai dinamika profesi auditor dari pengalaman narasumber di lapangan.
Dari Konsep ke Aksi melalui Praktik Audit
Pertemuan kedua menjadi puncak dari seluruh rangkaian Audit Training 2026. Pada sesi ini, peserta tidak lagi hanya mendengarkan materi, tetapi ditantang untuk menerapkan pemahaman melalui praktik audit.
Peserta diminta menyusun program audit, mengidentifikasi risiko dalam skenario kasus, serta mendokumentasikan temuan layaknya auditor profesional. Simulasi ini dirancang agar peserta dapat merasakan proses berpikir dan tanggung jawab yang melekat dalam pekerjaan audit.
Selain itu, peserta juga dilatih untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal. Melalui latihan tersebut, peserta belajar mengenali celah yang berpotensi menimbulkan risiko dan memahami pentingnya bukti audit dalam mendukung kesimpulan pemeriksaan.
Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis Calon Auditor
Sesi praktik audit menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Dalam proses audit, tidak semua situasi memiliki jawaban yang langsung terlihat jelas. Auditor perlu mampu menganalisis informasi, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara objektif.
Melalui simulasi yang diberikan, peserta dilatih untuk memahami bahwa audit bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi juga membutuhkan ketelitian, logika, dan kemampuan menilai kondisi secara menyeluruh. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang audit.
Dengan pengalaman praktik tersebut, peserta diharapkan mampu membawa perspektif yang lebih tajam dan terstruktur dalam menghadapi tantangan akademik maupun profesional.
Mempersiapkan Generasi Auditor Profesional
Audit Training 2026 bukan sekadar pelatihan biasa. Kegiatan ini menjadi cerminan komitmen Departemen Riset dan Keilmuan dalam mempersiapkan mahasiswa D-III Akuntansi agar mampu bersaing di dunia audit profesional.
Setiap sesi yang dirancang dengan matang, narasumber yang dipilih secara cermat, dan peserta yang hadir dengan antusias menunjukkan bahwa pembelajaran audit perlu dilakukan secara seimbang antara teori dan praktik. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami kebutuhan profesi secara lebih utuh.
Pada akhirnya, Audit Training 2026 menjadi langkah nyata dalam membentuk calon auditor yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap menghadapi realitas profesi. Kegiatan ini membuktikan bahwa investasi terbaik dalam pendidikan adalah ketika ilmu, praktik, dan kesiapan kerja berjalan beriringan.
[BACA JUGA: Edukasi Luruskan Miskonsepsi Penggunaan Obat Topikal Pada Masyarakat Babatan]
Penulis: Aisyah Sava Salsabila
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



