VOKASI NEWS – Pesan berhadiah, tautan mencurigakan, hingga permintaan data pribadi kini semakin mudah ditemukan di internet dan media sosial. Sementara itu, penggunaan perangkat digital oleh anak-anak juga terus meningkat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai keamanan berinternet menjadi keterampilan penting untuk mencegah berbagai risiko kejahatan siber.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi D-IV Teknik Informatika Fakultas Vokasi Universitas Airlangga bersama SDN Tambaksari 1 Surabaya menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Dilarang Klik, Mengenal Bahaya Scamming dan Penipuan Online”. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas V dengan tujuan meningkatkan literasi digital serta kesadaran terhadap keamanan berinternet sejak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk penipuan online yang sering muncul di dunia digital agar tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.
Mengenal Modus Scamming yang Sering Beredar
Selama kegiatan berlangsung, dosen D-IV Teknik Informatika UNAIR, yaitu Tesa Eranti Putri, S.Kom., M.Kom., Alifian Sukma, S.Kom., M.Kom., dan Nasa Zata Dina, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan materi secara interaktif melalui presentasi, diskusi, serta simulasi kasus yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.
Materi yang diberikan mencakup berbagai bentuk scamming yang sering ditemukan di internet, seperti pesan berhadiah palsu, permintaan data pribadi, dan tautan mencurigakan yang dikirim melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai berbagai modus penipuan online yang dapat muncul saat menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Bahaya Meng-klik Tautan Sembarangan
Selain mengenali berbagai bentuk scamming, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai risiko meng-klik tautan yang tidak jelas sumbernya. Tim menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber sering menggunakan teknik phishing. Modus ini dilakukan dengan membuat situs web palsu yang menyerupai layanan resmi, seperti perbankan maupun toko daring.
Melalui metode tersebut, pelaku berupaya memperoleh informasi penting milik pengguna. Informasi tersebut meliputi username, password, PIN, dan data pribadi lainnya. Selain menyebabkan pencurian data dan kerugian finansial, tautan maupun file dari sumber yang tidak terpercaya juga dapat mengandung malware atau virus yang berpotensi merusak perangkat.
Materi ini diberikan agar siswa lebih berhati-hati saat menerima pesan atau tautan yang belum diketahui keamanannya.
Membiasakan Perilaku Aman di Dunia Digital
Sebagai langkah pencegahan, tim pengabdian kepada masyarakat membekali siswa dengan berbagai tips keamanan digital yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajarkan untuk tidak mudah panik ketika menerima pesan yang bersifat mendesak, terutama yang meminta transfer uang atau mengarahkan pengguna untuk segera mengklik tautan tertentu.
Selain itu, siswa diajak memeriksa alamat situs web secara teliti. Mereka juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan kata sandi dan menghindari mengunduh aplikasi atau file berformat .apk dari sumber yang tidak dikenal.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif selama sesi berlangsung. Pihak sekolah juga menyambut positif kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang relevan dengan tantangan era digital saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, siswa SDN Tambaksari 1 Surabaya diharapkan semakin memahami risiko penipuan online. Dengan demikian, mereka dapat menerapkan perilaku yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab saat menggunakan internet. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan literasi digital bagi generasi muda.
[BACA JUGA: Peningkatan Literasi Masyarakat Mengenai Klasifikasi Keamanan Obat Melalui Edukasi Mahasiswa Keperawatan UNAIR]
Penulis: Tesa Eranti Putri, S.Kom., M.Kom.
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



