VOKASI UNAIR

Battra UNAIR Bagikan Informasi Tanaman Herbal untuk Atasi Hipertensi di Morokrembangan

VOKASI NEWS – Melalui penyuluhan herbal dan pembuatan jamu untuk hipertensi yang diadakan oleh Mahasiswa Pengobat Tradisional (Battra) Universitas Airlangga (UNAIR) pada (12/03/2023) di desa Morokrembangan Surabaya terdapat informasi seputar jamu, pembuatan jamu hingga penjelasan efek sampingnya.

Maya Septriana S. Farm., Apt., M.Si selaku dosen dan praktisi pengobat tradisional menjelaskan bahwa jamu merupakan bahan atau campuran bahan tanaman, hewan, mineral yang secara tradisional digunakan untuk mengobati, mencegah penyakit, atau meningkatkan kesehatan berdasarkan pengalaman.

Ia menambahkan bahwa jamu merupakan pengobatan yang dilakukan sejak zaman lampau dan terbukti secara empiris.

“Jika meninjau dari sejarah, jamu sudah ada sejak 1300 tahun yang lalu, zaman kerajaan mataram. Kata-kata jamu sendiri berasal dari kata jawa dan ngeramu, dan banyak manfaat yang sudah dibuktikan secara turun temurun,” kata Maya.

Mengenai keamanan dari Jamu sendiri, Maya menjelaskan bahwa jamu tergolong ramuan yang aman dikonsumsi secara rutin, namun dengan dosis dan ketentuan yang sesuai.

“Jamu ramuan kesehatan yang aman dikonsumsi secara terus menerus asalakan dengan melalui cara pembuatan dan dosis yang tepat dan yang perlu digaris bawahi lagi jamu tidak bisa sebagai pengganti air putih, jadi jika satu hari hanya minum jamu dan tidak minum air putih itu sangat salah dan bisa menyalahi dosis”, jelasnya.

Kemudian, jamu sendiri jika tidak digunakan secara tepat juga memiliki efek samping.

“Hati-hati untuk penggunaan jamu yang tidak tepat seperti kelebihan dosisnya tidak benar atau campuannya tidak benar bisa berdampak tidak baik bagi tubuh seperti mual, pusing kemudian jika serius bisa hingga mengakibatkan gagal ginjal,” terangnya.

Ia melanjutkan, “efek samping yang timbul juga karena kurangnya membaca, jadi jika kita obat herbal yang sudah diolah siap pakai seperti pil itu juga perlu mencari izin edar seperti BPOM untuk menjamin keamannya, kemudian membaca cara penggunaannya agar tidak salah dosis.”

Maya juga memeringatkan kepada masyarakat bahwa perlu berhati-hati dengan jamu yang dicampur dengan obat-obatan kimia. Biasanya jamu ini diklaim sebagai jamu pegal linu.

“Yang harus kita perhatikan adalah keamanannya, meski diklaim rasa sakit dan pegal-pegal bisa terasa langsung hilang, namun penggunaan jamu yang dicampur dengan obat kimia justru bisa berdampak fatal bagi kesehatan kedepannya”, ujar dosen Battra tersebut.

Menurut penjelasannya, efek sampingnya ini bisa mengalami bengkak dari kepala hingga kaki. Jenis yang seperti ini biasanya mengandung prednisolone yakni obat yang mengandung hormone kortikosteroid.

“Ciri-ciri lainnya adalah kalua minum obat nyerinya hilang, da kalua tidak minum obat nyerinya akan kambuh. Itu tandanya dia bukan minum obat untuk menyembuhkan penyakit tetapi hanya untuk mengurangi nyeri, nah itu yang bahaya,” terangnya.

Herbal untuk Hipertensi

Selanjutnya Maya juga berbagi tanaman herbal yang bisa digunakan untuk darah tinggi atau hipertensi. Beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan di antaranya adalah:

  1. Bawang Putih

Kandungan: Allicin, alliin

Dimakan langsung mentah atau diseduh langsung dengan air hangat akan memberikan efek yang lebih optimal daripada digoreng, bisa juga diolah menjadi acar.

  1. Rosela

Kandungan: Antioksidan, Vit. C

Bisa dibuat seduhan sebagai teh.

  1. Kemangi

Kandungan: Flavonoid, magnesium

Bisa dibuat seduhan sebagai teh.

  1. Mengkudu atau pace

Kandungan: Selenium, terpenoid

Daun dan buah bisa dibuat sebagai minuman.

Penulis : Jihan Aura

Editor : Saka Wandhana Putri

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori