Dosis Obat Cair yang Terlihat Sederhana Menyimpan Risiko Kesalahan Fatal

VOKASI NEWS — Penggunaan obat cair yang terlihat sederhana masih menyimpan risiko kesalahan dosis dan penyimpanan, sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan keselamatan penggunaan obat di masyarakat.

Obat cair masih menjadi salah satu bentuk sediaan obat yang paling sering digunakan masyarakat kemudahan konsumsi, terutama pada anak-anak dan lansia. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan dosis obat cair merupakan salah satu bentuk medication error yang paling sering terjadi dalam penggunaan mandiri di rumah, terutama akibat penggunaan alat ukur yang tidak sesuai standar seperti sendok rumah tangga (Neves & Auxtero, 2021).

Obat Cair dalam Penggunaan Sehari-hari

Sediaan obat cair seperti sirup dan suspensi merupakan bentuk obat yang paling sering digunakan di masyarakat karena mudah dikonsumsi dan memiliki rasa yang lebih dapat diterima dibandingkan obat tablet. Namun, kemudahan tersebut justru menjadi sumber kesalahan penggunaan obat yang paling sering terjadi dalam praktik sehari-hari.

Kesalahan paling umum terjadi pada pengukuran dosis obat cair yang tidak akurat. Banyak masyarakat masih menggunakan sendok makan atau sendok teh sebagai alat ukur untuk meminum obat, padahal tidak memiliki standar volume yang tepat (Balıkçı & Güneş, 2023).

Dosis Tidak Akurat dan Risiko Kesehatan

Penggunaan alat ukur yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan perbedaan dosis yang signifikan. Hal ini dapat berdampak pada kegagalan terapi jika dosis obat terlalu rendah atau munculnya efek samping jika dosis obat berlebih.

Kesalahan dosis obat cair sering terjadi pada pasien rawat jalan maupun penggunaan mandiri di rumah. Hal ini dapat diminimalkan melalui penggunaan alat ukur yang lebih tepat, seperti oral syringe yang terbukti mampu meningkatkan akurasi pemberiaan dosis obat secara signifikan dibandingkan alat ukur non-standar (Balıkçı & Güneş, 2023).

Beyond Use Date: Batas Aman yang Sering Diabaikan

Selain masalah dosis, aspek lain yang sering tidak dipahami masyarakat adalah Beyond Use Date (BUD). Beyond Use Date merupakan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka yang berbeda dengan tanggal kadaluwarsa pada kemasan obat.

Sediaan obat cair memiliki risiko mengalami penurunan stabilitas setelah dibuka, termasuk perubahan kimia, fisik, maupun kontaminasi mikroba. Kondisi ini dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan obat. Selain itu, faktor penyimpanan seperti suhu dan kebersihan wadah juga berperan besar dalam menjaga stabilitas obat cair (Qomara et al., 2023).

Pentingnya Edukasi Penggunaan Obat Cair

Rendahnya literasi masyarakat terhadap penggunaan obat cair menunjukkan perlunya edukasi Kesehatan yang lebih luas dan mudah dipahami. Edukasi mengenai cara penggunaan, pengukuran dosis, dan cara penyimpanan obat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan serta mengurangi kesalahan penggunaan obat di rumah. Program edukasi berbasis masyarakat juga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman terkait penggunaan obat yang rasional dan aman (Hamzah & Rafsanjani, 2022).

Obat cair yang terlihat sederhana ternyata menyimpan risiko kesalahan penggunaan yang cukup tinggi, terutama pada aspek dosis dan masa pakai setelah dibuka. Kesalahan kecil seperti penggunaan sendok rumah tangga dapat berdampak besar terhadap keberhasilan terapi. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan obat cair yang benar menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.

Sumber:
Balıkçı, B. B., & Güneş, Ü. (2023). Accuracy of liquid drug dose measurements using different
tools by caregivers: a prospective observational study. European Journal of Pediatrics
Hamzah, D. F., & Rafsanjani, T. M. (2022). Pengaruh Pemberian Edukasi dan Simulasi Dagusibu terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Pengelolaan Obat Rasional di Tingkat Keluarga. JUMANTIK
Neves, I., & Auxtero, M. D. (2021). Dosing Accuracy of Oral Extemporaneous Suspensions of
Antibiotics: Measuring Procedures and Administration Devices. Pharmaceutics
Qomara, W. F., Musfiroh, I., & -, R. W. (2023). Review : Evaluasi Stabilitas dan Inkompatibilitas
Sediaan Oral Liquid. Majalah Farmasetika

[BACA JUGA: Penggunaan Obat Bijak Berawal dari Pengetahuan yang Tepat]

Penulis: Febi Amelia

Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)