Edukasi Penglihatan Berbasis Games: Membedah Mitos dan Fakta di Masyarakat

VOKASI NEWS – Pemberian edukasi penglihatan dilakukan dengan mengombinasikan permainan mitos dan fakta yang beredar di masyarakat. Selama ini, masyarakat cenderung melakukan pengobatan berdasarkan pengalaman sekitar tanpa melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kebenaran informasi tersebut.

Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan edukasi penglihatan yang dikemas secara interaktif melalui games mitos dan fakta. Selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan penglihatan, kegiatan ini juga membantu masyarakat memahami apakah isu- isu yang beredar termasuk dalam kategori mitos atau fakta.

Profil Kegiatan Edukasi

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, setelah acara yasinan di rumah salah satu anggota kelompok, tepatnya pukul 19.00 WIB. Lokasi kegiatan berada di Perumtas 3 Blok K.8/04, Kepuh Kemiri, Tulangan, Sidoarjo.

Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu di lingkungan tersebut dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan penglihatan serta memberikan pemahaman yang benar terkait isu-isu mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat.

Metode Pembelajaran

Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Kelompok 3 GR-4A, yaitu Ussy, Ulum, Nino, dan Angga. Metode pembelajaran dirancang secara interaktif melalui berbagai media edukasi, seperti leaflet, spin wheel berisi mitos dan fakta, majalah dinding (mading) yang memuat perbedaan mata normal dan mata minus, poster, serta anatomi mata.

Seluruh media disusun dengan konsep bilingual (bahasa Inggris dan Indonesia) untuk memudahkan peserta dalam memahami materi secara bertahap, khususnya dalam mengenal istilah kesehatan penglihatan.

Games Mitos dan Fakta

Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang dilakukan bersamaan dengan pembukaan. Selanjutnya, peserta diberikan edukasi melalui leaflet serta penjelasan materi menggunakan media mading. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan permainan mitos dan fakta.

Dalam permainan ini, peserta diberikan kertas untuk menuliskan jawaban. Spin wheel kemudian diputar untuk
menampilkan suatu pernyataan, dan peserta diminta menentukan apakah pernyataan tersebut
termasuk mitos atau fakta. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di masyarakat.

Evaluasi Pembelajaran: Pre-Test dan Post-Test

Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum penyampaian materi untuk mengetahui pengetahuan awal peserta terkait kesehatan penglihatan serta isu mitos dan fakta yang beredar.

Setelah seluruh rangkaian edukasi dan permainan mitos dan fakta selesai, peserta diberikan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, khususnya dalam membedakan informasi yang termasuk mitos dan fakta terkait kesehatan penglihatan. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, diberikan hadiah kepada seluruh peserta serta peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi sebagai bentuk kenang-kenangan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini.

[BACA JUGA: Hubungan Keseimbangan Statis dengan Akurasi Lemparan pada Atlet Petanque di Komunitas Petanque Sidoarjo]

Penulis: Ussy Rahmasari

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)