Edukasi Sediaan Obat Khusus, Bekal Baru Ibu PKK Jaga Kesehatan Keluarga

Edukasi Sediaan Obat Khusus, Bekal Baru Ibu PKK Jaga Kesehatan Keluarga

VOKASI NEWS – Mahasiswa Semester 2 Kelompok 4 Mata Kuliah Farmakologi Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan penyuluhan edukatif mengenai sediaan obat khusus pada 9 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Perumahan Graha Bunder Asri (GBA), Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan sasaran ibu-ibu PKK setempat.

Perkembangan ilmu farmasi menghadirkan beragam bentuk sediaan obat, tidak hanya tablet, kapsul, atau sirup, tetapi juga aerosol, transdermal, dan implan. Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai fungsi, cara penggunaan, serta penyimpanan sediaan obat khusus tersebut masih terbatas. Kurangnya literasi ini berisiko menimbulkan kesalahan penggunaan obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi maupun meningkatkan efek samping.

Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran kegiatan karena perannya yang strategis dalam menjaga kesehatan keluarga dan menjadi sumber informasi kesehatan di lingkungan sekitar. Penyuluhan ini bertujuan agar peserta memahami fungsi, manfaat, dan cara penggunaan sediaan obat khusus secara tepat. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membagikan informasi tersebut kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.

Materi Edukasi Sediaan Obat Khusus

Penyuluhan menyajikan tiga jenis sediaan obat khusus, yaitu aerosol, transdermal, dan implan. Aerosol diperkenalkan sebagai sediaan yang banyak digunakan pada gangguan saluran pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dengan penekanan pada teknik penggunaan inhaler yang benar serta cara penyimpanannya. Sediaan transdermal berupa patch atau plester obat dijelaskan sebagai metode penghantaran zat aktif melalui kulit secara bertahap. Materi terakhir membahas mengenai implan yang umum digunakan sebagai kontrasepsi jangka panjang maupun terapi hormonal tertentu.

Selain mengenalkan fungsi masing-masing sediaan, pemateri menjelaskan kelebihan, keterbatasan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama penggunaannya. Penyampaian materi didukung media edukasi berupa poster dan papan sediaan obat yang dirancang menarik dan mudah dipahami.

Evaluasi dan Dampak Kegiatan terkait Edukasi Sediaan Obat Khusus

Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, tim penyuluh memberikan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis, fungsi, cara penggunaan, dan penyimpanan sediaan obat khusus.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan bertanya dan berbagi pengalaman terkait penggunaan obat dalam keluarga. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan tingkat pengetahuan awal peserta terhadap istilah-istilah kefarmasian, tim penyuluh mampu mengatasinya dengan bahasa sederhana, contoh konkret, serta media visual yang mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan obat yang rasional diharapkan semakin meningkat. Harapannya, peningkatan kesadaran ini membuat kesehatan keluarga dapat terjaga lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi berkelanjutan.

[BACA JUGA: Vokasi Riset Fest Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Penelitian dan Inovasi]

Penulis: Nadzla Talini Salsabililah
Dosen Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B.

Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)