VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berkolaborasi dengan kader Posyandu Desa Tumapel, Kabupaten Gresik, menggelar kegiatan edukasi mengenai stunting dan wasting. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu balita dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak sejak dini.
Mengenal Stunting dan Wasting Sejak Dini
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya dan berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif.
Sementara itu, wasting merupakan kondisi gizi kurang akut yang ditandai dengan berat badan anak yang tidak sesuai dengan tinggi badannya. Kondisi ini biasanya terjadi akibat asupan makanan yang tidak mencukupi atau adanya penyakit yang memengaruhi status gizi anak.
Pemahaman mengenai kedua kondisi tersebut sangat penting karena stunting dan wasting dapat berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani sejak dini.
Edukasi Interaktif Tingkatkan Pemahaman Para Ibu
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media edukasi berupa leaflet. Para ibu mendapatkan informasi mengenai tanda-tanda stunting dan wasting, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu. Edukasi ini bertujuan membantu orang tua memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Berbagai pertanyaan diajukan terkait pola makan anak, pemenuhan nutrisi harian, hingga cara meningkatkan nafsu makan pada balita. Mahasiswa bersama kader kesehatan memberikan penjelasan dan solusi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting
Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari peran aktif kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Kader membantu proses pendataan, pengukuran antropometri, serta mendampingi para ibu dalam memahami informasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi antara mahasiswa keperawatan dan kader kesehatan menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Mewujudkan Generasi Sehat dan Bebas Masalah Gizi
Melalui kegiatan edukasi ini, pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan wasting diharapkan semakin meningkat sehingga mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat. Peningkatan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi.
[BACA JUGA: Building Smart Medication Habits Among Adolescents]
Penulis: Eka Fitria Oktaviani
Editor: Alkeshar (Tim Branding Vokasi)



