General Staff Meeting, Momen Karyawan Oakwood Hotel & Residence Surabaya Menyatukan Semua Departemen

VOKASI NEWS – Di atas panggung General Staff Meeting (GSM), status jabatan seolah menghilang. Manajer, staf senior, karyawan harian lepas, hingga peserta magang berdiri sejajar. Seluruh peserta menari dan bernyanyi dalam satu penampilan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Employee Appreciation di Oakwood Hotel & Residence Surabaya. Hotel berbintang lima di Jalan Raya Kertajaya Indah, Surabaya, tersebut menerapkan nilai budaya perusahaan Cultural Beliefs “Do The Right Thing” melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan tujuh informan dari Human Resource Department serta lima departemen operasional.

Panggung yang Meruntuhkan Sekat Jabatan

Setiap tahun, General Staff Meeting (GSM) digelar tiga hingga empat kali dengan tema berbeda, mulai dari Hawaiian Party hingga Sekolah Dasar. Selain itu, setiap departemen wajib menampilkan pertunjukan berupa tari, menyanyi, maupun theatre. Seluruh penampilan dipersiapkan bersama tanpa memandang jabatan. Resepsionis Lifia menuturkan bahwa proses latihan bersama justru mempererat kekompakan antarstaf.

“Jadi perform-nya itu untuk membangun kekompakan antar departemen, kita bisa dance, nyanyi, kita latihan bareng-bareng dengan anak trainee,” tutur Lifia.

Selanjutnya, seluruh peserta tampil di panggung yang sama. Manajer, staf senior, hingga peserta magang menyelaraskan gerakan tanpa membedakan posisi. Staf keamanan Yusuf juga merasakan manfaat kegiatan tersebut sebagai sarana melepas penat setelah rutinitas kerja.

“Pokoknya kalau Staff Gathering rasanya itu kaya beban hilang gitu, karena satu hari kita seru-seruan bareng,” ujar Yusuf.

Nilai Budaya sebagai Kompas Moral

General Staff Meeting (GSM) merupakan salah satu bentuk program Employee Appreciation. Program ini menerapkan nilai budaya Cultural Beliefs “Do The Right Thing”, yang menjadi satu dari empat pilar The Ascott Limited sebagai perusahaan induk Oakwood. Nilai tersebut dikenalkan sejak orientasi karyawan baru. Setelah itu, nilai yang sama terus diperkuat melalui morning briefing. Human Resource Coordinator Novella menjelaskan bahwa proses internalisasi dilakukan secara bertahap.

“Setiap ada karyawan baru pasti wajib mengikuti orientasi training mengenai Ascott, nanti setiap orientasi kami akan menjelaskan dengan rinci tentang visi, misi, Cultural Beliefs, Core Values. Untuk memastikan nilai Do The Right Thing-nya di kehidupan sehari-hari,” ujar Novella.

Diterjemahkan Berbeda di Setiap Departemen

Setiap departemen menerapkan nilai Do The Right Thing sesuai bidang kerjanya. Misalnya, di dapur, Demi Chef Pastry Avia menegaskan pentingnya menjaga kejujuran terhadap kualitas bahan baku.

“Jadi recipe-nya itu ada sendiri, contohnya bahannya premium, jadi kita semuanya harus pakai bahan premium. Gaboleh kita bilang ke customer premium tapi sebenarnya kita pakai bahan yang kualitasnya di bawahnya. Karena kalau kita tidak jujur ke customer, customer juga akan tahu,” kata Avia.

Sementara itu, di Front Office, setiap staf wajib melakukan verifikasi sebelum memberikan akses kepada pihak luar yang ingin bertemu tamu hotel. Dengan demikian, pelayanan tetap berjalan sesuai prosedur dan menjaga keamanan tamu.

Apresiasi yang Meningkatkan Loyalitas Karyawan

Selain General Staff Meeting (GSM), apresiasi juga diwujudkan melalui berbagai kejutan sederhana. Misalnya, perayaan Hari Perempuan Indonesia dan Hari Valentine. Meskipun sederhana, perhatian tersebut memberikan validasi emosional bagi karyawan di tengah tingginya tekanan operasional.

“Kita merasa diperhatikan, kita diapresiasi, berarti kita itu dianggap, karena selama ini kita kerja kerja kerja, kita juga bukan robot,” ungkap Avia.

Lebih lanjut, konsistensi program tersebut turut membangun loyalitas karyawan. Receiving & Store Keeper Hari mengaku pernah menolak tawaran kerja dengan gaji lebih tinggi karena telah menganggap Oakwood sebagai rumah kedua. Temuan tersebut menunjukkan bahwa General Staff Meeting (GSM) dan berbagai program Employee Appreciation telah menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Kendala Operasional dan Solusi HRD

Namun demikian, pelaksanaan program tetap menghadapi tantangan. Salah satunya terjadi ketika tingkat hunian kamar (occupancy) sedang tinggi. Human Resource Coordinator Novella menjelaskan bahwa tidak semua departemen dapat meninggalkan tugas untuk mengikuti kegiatan secara penuh. Oleh karena itu, Human Resource Department menyusun linimasa kegiatan jauh hari sebelumnya. Selain itu, berbagai inovasi juga disiapkan, seperti rencana kegiatan Movie Time di bioskop. Langkah tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan kepada karyawan untuk beristirahat sejenak dari tekanan pekerjaan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budaya organisasi yang konsisten, disertai program apresiasi yang humanis, mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Pada akhirnya, kondisi tersebut turut mendukung peningkatan kualitas layanan (service excellence) di industri perhotelan.

[BACA JUGA: Apa Kata Pelanggan Mie Gacoan? Analisis Sentimen Ulasan Google Maps di Surabaya]

Penulis: Dinda Dantin Noviyanti

Pembimbing: Nur Emma Suriani

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)