Mahasiswa Vokasi UNAIR Teliti Peran Instagram dalam Meningkatkan Minat Menginap Hotel

VOKASI NEWS – Perkembangan media sosial mendorong industri perhotelan menghadirkan strategi pemasaran yang semakin kreatif. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Achmad Nico Saputra, meneliti peran estetika visual dan konsistensi feed Instagram dalam membangun citra merek serta meningkatkan minat tamu menginap di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto.

Penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik Fakultas Vokasi Universitas Airlangga terhadap pengembangan pemasaran digital di industri perhotelan. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku industri dalam menyusun strategi pemasaran berbasis media sosial.

Temuan Mengenai Peran Visual Instagram

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sebanyak enam informan terlibat dalam penelitian, yang terdiri atas pihak manajemen hotel serta tamu domestik dan mancanegara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan visual Instagram menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi awal calon tamu. Foto berkualitas tinggi, komposisi visual yang menarik, pencahayaan yang baik, serta unsur budaya lokal mampu meningkatkan ketertarikan calon tamu untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai hotel.

Asisten Sales Manager Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto menjelaskan bahwa Instagram kini berfungsi sebagai etalase digital hotel. Sebelum melakukan pemesanan, banyak calon tamu mengunjungi akun media sosial terlebih dahulu untuk melihat fasilitas, suasana hotel, serta berbagai penawaran yang tersedia.

Oleh karena itu, tampilan visual yang profesional dinilai mampu meningkatkan kepercayaan calon tamu terhadap hotel.

Konsistensi Feed Masih Menjadi Tantangan

Selain estetika visual, penelitian juga menemukan bahwa konsistensi feed Instagram masih menjadi tantangan. Perbedaan tone warna antara unggahan lama dan baru, serta variasi gaya visual pada konten kolaborasi, membuat identitas visual hotel belum terbentuk secara konsisten.

Akibatnya, kondisi tersebut berpotensi melemahkan asosiasi merek di benak calon tamu. Dengan demikian, pengelolaan konten perlu dilakukan secara lebih terarah agar identitas visual tetap terjaga.

Strategi Memperkuat Citra Merek

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menegaskan bahwa estetika visual dan konsistensi feed merupakan dua elemen yang saling melengkapi dalam strategi pemasaran digital hotel. Salah satu langkah yang dapat diterapkan ialah menyusun brand visual guideline sebagai pedoman identitas visual.

Melalui pedoman tersebut, setiap konten yang dipublikasikan dapat memiliki tampilan yang lebih seragam. Selain itu, citra merek akan semakin kuat dan lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku industri perhotelan dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran. Di sisi lain, hasil penelitian juga memperkuat kontribusi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dalam menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi bagi perkembangan industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

[BACA JUGA: General Staff Meeting, Momen Karyawan Oakwood Hotel & Residence Surabaya Menyatukan Semua Departemen]

Penulis: Achmad Nico Saputra

Pembimbing: Bambang Suharto

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)