Inovasi Digital untuk Mendukung Layanan Donor Darah

VOKASI NEWS – Mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis website untuk membantu petugas menentukan kelayakan calon pendonor darah sekaligus menyediakan berbagai fitur yang memudahkan masyarakat dalam proses donor darah.

Kebutuhan darah di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Darah dibutuhkan untuk berbagai keperluan medis, mulai dari operasi, penanganan kecelakaan, hingga pengobatan pasien dengan penyakit tertentu. Sebelum seseorang dapat mendonorkan darahnya, calon pendonor harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan bahwa proses donor aman, baik bagi pendonor maupun penerima darah.

Selama ini, penentuan kelayakan donor masih banyak dilakukan secara manual oleh petugas. Padahal, saat kegiatan donor darah massal berlangsung, seperti di kampus, kantor, atau instansi, jumlah calon pendonor dapat sangat banyak sehingga petugas dituntut bekerja cepat tanpa mengurangi ketelitian. Kondisi tersebut tidak hanya membuat proses pemeriksaan menjadi lebih menantang, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya human error. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi yang dapat membantu petugas memberikan penilaian secara lebih cepat, konsisten, dan objektif.

Pemanfaatan Teknologi dalam Layanan Donor Darah

Berangkat dari kondisi tersebut, dikembangkan sistem pendukung keputusan berbasis website yang membantu petugas menentukan kelayakan calon pendonor darah. Sistem ini memanfaatkan data hasil pemeriksaan kesehatan, seperti usia, berat badan, tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, kadar hemoglobin, dan hematokrit. Sebelum digunakan, data terlebih dahulu dibersihkan dari kesalahan pencatatan, nilai yang tidak wajar, serta data yang tidak lengkap. Tahapan ini dilakukan agar rekomendasi yang dihasilkan sistem lebih sesuai dengan kondisi calon pendonor.

Mengenal Random Forest

Dalam menentukan kelayakan calon pendonor, sistem memanfaatkan Random Forest, yaitu salah satu metode kecerdasan buatan (machine learning) yang mampu mempelajari pola dari data pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan data yang dimasukkan, sistem akan memberikan rekomendasi awal mengenai kelayakan calon pendonor. Dengan cara ini, petugas dapat melakukan penilaian secara lebih cepat dan konsisten, terutama ketika jumlah calon pendonor sangat banyak. Rekomendasi yang dihasilkan berfungsi sebagai pendukung keputusan. Adapun keputusan akhir mengenai kelayakan donor tetap ditentukan oleh petugas PMI berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Fitur Tambahan untuk Pendonor

Selain membantu petugas, sistem ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang dirancang untuk memudahkan pendonor. Tersedia fitur pencarian lokasi donor darah terdekat sehingga masyarakat dapat dengan mudah menemukan lokasi PMI atau lokasi donor darah yang paling dekat. Sistem juga menyediakan riwayat donor yang menyimpan catatan setiap kali seseorang mendonorkan darah, sehingga pendonor dapat mengetahui waktu donor terakhir dan perkiraan jadwal donor berikutnya. Selain itu, sistem mengirimkan notifikasi melalui email yang berisi informasi hasil pemeriksaan, apakah calon pendonor dinyatakan layak donor atau belum memenuhi syarat donor. Sistem juga mengirimkan pengingat tiga hari sebelum jadwal donor berikutnya. Berbagai fitur tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat sekaligus mendorong kebiasaan donor darah secara rutin.

Mendukung Pelayanan Donor Darah yang Lebih Baik

Melalui pemanfaatan teknologi informasi, sistem ini diharapkan dapat membantu petugas maupun pendonor dalam menjalani proses donor darah yang lebih praktis, efisien, dan objektif. Pengembangan sistem ini menunjukkan bahwa teknologi informasi tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komputasi. Teknologi tersebut juga dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Penelitian ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi digital, sistem ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan darah yang aman dan meningkatkan kualitas pelayanan donor darah. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pendonor.

[BACA JUGA: Blood Sampling Education: Building Youth Health Awareness]

Penulis: Amelia Nur Indah Puspita

Pembimbing: Endah Purwanti, S.Si., M.Kom.

Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)