VOKASI NEWS – Penggunaan obat di masyarakat masih sering dilakukan tanpa memahami jenis dan golongan obat yang digunakan. Banyak masyarakat hanya mengetahui manfaat obat, tetapi belum memahami arti logo pada kemasan obat, aturan penggunaan, maupun tingkat keamanan dari obat tersebut. Padahal, setiap logo pada obat memiliki makna berbeda yang menunjukkan tingkat pengujian, keamanan, dan cara penggunaannya.
Penyuluhan Penggolongan Obat Bahan Alam
Kurangnya pengetahuan mengenai penggolongan obat dapat menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat sehari-hari. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggolongan obat menjadi penting agar masyarakat dapat lebih bijak dan aman dalam memilih obat untuk diri sendiri maupun keluarga.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan penerapan pembelajaran mata kuliah Farmakologi, mahasiswa Semester 2 Kelompok 4 Farmakologi D-III Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu PKK RW 11 Perum Graha Bunder Asri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur pada tanggal 19 April 2026.
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan arisan rutin ibu-ibu PKK sehingga suasana penyuluhan berlangsung santai namun tetap edukatif. Kegiatan penyuluhan dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi ringan dengan bantuan media edukasi berupa papan obat kreatif dan leaflet. Sebelum penyampaian materi dimulai, peserta terlebih dahulu diberikan pretest sederhana untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai penggolongan obat. Setelah kegiatan selesai, peserta kembali diberikan post test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mendapatkan edukasi.
Pengenalan Logo Jamu, OHT, dan Fitofarmaka
Materi yang disampaikan berfokus pada penggolongan obat bahan alam, yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Peserta diberikan pemahaman bahwa setiap golongan obat bahan alam memiliki logo yang berbeda sebagai tanda tingkat pengujian dan pembuktian ilmiahnya.
Logo jamu ditandai dengan gambar daun berwarna hijau yang menunjukkan bahwa produk tersebut masih berbasis empiris dan belum melalui uji ilmiah modern. Sementara itu, logo Obat Herbal Terstandar (OHT) yang ditandai dengan gambar tiga bintang berwarna hijau menunjukkan bahwa produk herbal telah melalui proses standarisasi bahan dan uji praklinis untuk memastikan keamanan serta manfaatnya. Adapun fitofarmaka memiliki logo berupa gambar bintang dalam lingkaran berwarna hijau yang menandakan bahwa produk tersebut telah melalui uji klinis sehingga keamanan dan khasiatnya lebih terjamin secara ilmiah.
Edukasi Penggunaan Obat Secara Aman dan Rasional
Selain menjelaskan makna logo obat, mahasiswa juga memperkenalkan beberapa contoh produk yang sering ditemukan di masyarakat melalui papan obat edukatif. Media tersebut dirancang menggunakan karton kreatif berisi contoh produk dan logo obat. Media juga memuat manfaat, efek samping, serta cara penggunaan sederhana agar peserta lebih mudah memahami materi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan peserta terlihat fokus memperhatikan penjelasan materi. Penggunaan media visual dan contoh produk obat yang familiar membantu peserta lebih mudah membedakan jenis serta logo pada obat bahan alam. Pembagian leaflet edukasi juga dilakukan agar peserta dapat membaca kembali materi di rumah dan membagikan informasi tersebut kepada keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 4 Farmakologi berharap masyarakat lebih memahami arti logo pada obat. Khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu memilih dan menggunakan obat bahan alam secara tepat, aman, dan rasional.
Kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan sederhana dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman. Masyarakat juga diharapkan memahami golongan dan logo yang tertera pada kemasan obat.
[BACA JUGA: Sambut HUT Vokasi, Mahasiswa Pengobat Tradisional Buka Klinik Gratis]
Penulis: Nabila Astuti Khairani
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



