VOKASI NEWS – Sepak bola menjadi olahraga yang menuntut kekuatan, kecepatan, dan keseimbangan tubuh. Pemain harus mampu berlari, melompat, mengubah arah, hingga melakukan kontak fisik dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat risiko cedera, terutama pada ekstremitas bawah, menjadi cukup tinggi.
Salah satu otot yang berperan penting adalah quadriceps, yaitu kelompok otot di bagian depan paha. Otot ini tidak hanya berfungsi menghasilkan tenaga saat menendang atau berlari, tetapi juga menjaga stabilitas sendi lutut ketika pemain bergerak di lapangan.
Penelitian mahasiswa Program Studi DIV Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menunjukkan bahwa kekuatan otot quadriceps memiliki hubungan yang sangat kuat dengan keseimbangan dinamis pemain sepak bola.
Menilai Kekuatan Otot dan Keseimbangan Pemain
Penelitian dilakukan pada Februari 2026 di Lapangan Sepak Bola SMK Negeri 5 Surabaya. Sebanyak 37 pemain aktif UKM Sepak Bola Universitas Airlangga berpartisipasi sebagai responden. Seluruh peserta dipastikan tidak memiliki riwayat cedera tungkai maupun gangguan stabilitas lutut dan pergelangan kaki dalam enam bulan terakhir.
Kekuatan otot quadriceps diukur menggunakan Modified Handheld Dynamometer (MHHD). Alat tersebut dipilih karena praktis dan mudah digunakan untuk mengukur kekuatan otot. Sementara itu, keseimbangan dinamis diukur menggunakan Y-Balance Test (YBT). Pada pengujian ini, pemain diminta berdiri dengan satu kaki sambil menjangkau ke tiga arah berbeda. Hasil pengukuran kemudian disesuaikan dengan panjang tungkai masing-masing pemain.
Kekuatan Otot Berhubungan dengan Keseimbangan Dinamis
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan otot quadriceps pemain mencapai 28,47 kilogram. Adapun rata-rata skor keseimbangan dinamis sebesar 103,22 persen. Analisis data menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kekuatan otot quadriceps dan keseimbangan dinamis. Semakin besar kekuatan otot yang dimiliki pemain, semakin baik pula kemampuan mereka menjaga keseimbangan saat bergerak.
Secara fisiologis, otot quadriceps membantu menstabilkan sendi lutut sehingga tubuh tetap seimbang ketika melakukan perubahan arah maupun gerakan cepat. Selain itu, kekuatan otot yang baik juga meningkatkan fungsi proprioception, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan pergerakan anggota tubuh melalui reseptor pada otot dan tendon. Kemampuan tersebut membuat sistem saraf merespons perubahan posisi tubuh dengan lebih cepat sehingga koordinasi gerak menjadi lebih baik.
Penting untuk Performa dan Pencegahan Cedera
Temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa latihan penguatan otot quadriceps memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kekuatan tendangan. Latihan seperti squat, leg press, maupun latihan isometrik dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh sekaligus menurunkan risiko cedera nonkontak yang sering terjadi pada pemain sepak bola.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Y-Balance Test dapat dimanfaatkan sebagai metode skrining untuk mengidentifikasi pemain yang memiliki risiko cedera lebih tinggi. Hasil pengukuran tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun program latihan dan pencegahan cedera yang lebih tepat sasaran.
Melalui penguatan otot quadriceps yang dilakukan secara rutin, pemain tidak hanya berpeluang meningkatkan performa di lapangan, tetapi juga menjaga kesehatan dan keberlanjutan karier olahraga mereka.
[BACA JUGA: Studi Banding BLM Fakultas Vokasi dan FEB UNAIR Perkuat Sinergi Kelembagaan]
Penulis: Muhammad Ja’far Shaddiq Bahri
Pembimbing: Melya Rossa & Ahmad Riyono
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



