Kenali Obat dengan Benar: Edukasi Penggolongan Obat untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Kenali Obat dengan Benar: Edukasi Penggolongan Obat untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

VOKASI NEWS – Obat merupakan salah satu komponen penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, penggunaan obat yang tidak tepat masih sering ditemukan di lingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap jenis, fungsi, serta cara penggunaan obat yang benar. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggolongan obat menjadi salah satu langkah penting. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat.

Pelaksanaan Penyuluhan Edukasi Penggolongan Obat

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai penggolongan obat berdasarkan indikasi klinis. Penyuluhan ini berlangsung pada hari Minggu, 17 Mei 2026, di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep. dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai golongan obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test kepada warga Desa Domas yang hadir sebagai peserta penyuluhan. Pre-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal masyarakat mengenai penggolongan obat. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih mengalami kesulitan dalam memahami berbagai jenis obat dan fungsi masing-masing golongan obat. Selain itu, peserta juga masih mengalami kesulitan dalam memahami tata cara penggunaan obat secara tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat kebutuhan yang besar akan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang aman dan rasional.

Berdasarkan hasil tersebut, tim penyuluh kemudian melaksanakan edukasi menggunakan metode visual yang interaktif. Penyampaian materi dilakukan dengan memanfaatkan media papan obat dan leaflet yang berisi informasi mengenai berbagai golongan obat berdasarkan indikasi klinis. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis obat beserta fungsi dari masing-masing golongan obat. Selain itu, peserta memperoleh penjelasan tentang cara penggunaan yang benar dan karakteristik masing-masing golongan obat. Penggunaan media visual membantu peserta memahami materi secara lebih mudah karena mereka dapat melihat secara langsung contoh obat yang dijelaskan selama penyuluhan berlangsung.

Proses Edukasi, Diskusi, dan Tanya Jawab Seputar Penggunaan Obat

Selama proses edukasi, suasana kegiatan berlangsung dengan sangat aktif dan komunikatif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penggunaan obat yang sering mereka temui di rumah maupun saat berobat ke fasilitas kesehatan. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah perbedaan penggunaan salep dan krim. Tidak hanya itu, topik lain yang menarik adalah bahasan mengenai indikasi penggunaan serta cara penyimpanan yang benar agar kualitas obat tetap terjaga. Diskusi yang berlangsung secara dua arah membantu peserta memahami penggunaan obat secara lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membahas perbedaan bentuk sediaan obat, tim penyuluh juga menjelaskan pentingnya membaca aturan pakai, memeriksa kedaluwarsa, dan memahami fungsi obat. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjadi lebih bijak dalam menggunakan obat dan mengurangi praktik penggunaan obat tanpa informasi yang memadai.

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Interaktif

Setelah seluruh materi disampaikan dan sesi diskusi selesai dilaksanakan, peserta kembali diberikan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah mengikuti kegiatan edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dibandingkan dengan hasil pre-test sebelumnya. Warga yang awalnya belum memahami penggolongan obat menjadi lebih mengetahui jenis-jenis obat, fungsi, karakteristik, serta cara penggunaan yang tepat. Peningkatan hasil post-test menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan mampu membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Domas dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menggunakan obat secara aman, tepat, dan rasional. Pemahaman yang baik mengenai penggolongan obat dapat membantu masyarakat menghindari kesalahan dalam penggunaan obat. Selain itu, pengetahuan tersebut juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga juga melaksanakan pemeriksaan tekanan darah bagi warga yang hadir dalam kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebab, selain memperoleh edukasi kesehatan, peserta juga berkesempatan mengetahui kondisi tekanan darah mereka secara langsung.

Melalui kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan sederhana ini, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Airlangga berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sebuah masyarakat yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya.

[BACA JUGA: GBA Adolescents Learn Emergency Communication Through the Talking by Order Method]

Penulis: Zakkiya Akhtar

Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)