Leher Sering Sakit? Yuk Ketahui Penyebab dan Solusinya

VOKASI NEWS – Forward Head Posture (FHP) merupakan salah satu gangguan postur yang sering ditemukan pada mahasiswa. Kondisi ini terjadi akibat penggunaan smartphone, laptop, serta kebiasaan duduk dalam waktu lama. Posisi kepala yang berada di depan garis tubuh normal dapat menyebabkan perubahan biomekanik pada vertebra cervical. Kondisi tersebut dapat memicu ketidakseimbangan otot, nyeri leher, hingga gangguan postural.

FHP ditandai dengan hiperekstensi pada vertebra cervical bagian atas (C1–C3). Selain itu, kondisi ini juga disertai fleksi pada vertebra cervical bagian bawah (C4–C7). Kelemahan otot deep cervical flexor dan peningkatan ketegangan otot superficial seperti upper trapezius serta sternocleidomastoid turut memperburuk kondisi FHP (Çobanoğlu et al., 2024; Chen et al., 2025).

Pengukuran derajat Forward Head Posture pada mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga dilakukan untuk mengetahui kondisi postur leher mahasiswa. Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas akademik sehari-hari. Penilaian dilakukan menggunakan metode photogrammetry melalui aplikasi FHPapp dengan mengukur Craniovertebral Angle (CVA). Nilai CVA kurang dari 50° menunjukkan adanya kondisi Forward Head Posture.

Proses penilaian dilakukan dengan menarik garis dari tragus telinga menuju vertebra cervical ketujuh (C7). Garis tersebut kemudian dibandingkan dengan garis horizontal yang melewati C7. Semakin kecil nilai sudut CVA, semakin berat tingkat FHP yang dialami seseorang (Gallego-Izquierdo et al., 2020; Stincel et al., 2023).

Neck Calliet Exercise sebagai Solusi

Intervensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Neck Calliet Exercise. Latihan ini merupakan latihan isometrik pada otot leher yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot dan menjaga stabilitas cervical. Selain itu, latihan ini membantu memperbaiki posisi kepala.

Latihan dilakukan melalui gerakan fleksi, ekstensi, lateral fleksi, dan rotasi leher menggunakan tahanan tangan. Gerakan dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi. Program latihan diberikan sebanyak tiga kali dalam seminggu selama empat minggu. Latihan isometrik diketahui mampu merangsang Golgi Tendon Organ (GTO). Organ tersebut berperan membantu relaksasi otot dan mengurangi spasme pada otot leher (Jehaman et al., 2020).

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada derajat Craniovertebral Angle setelah pemberian Neck Calliet Exercise. Aktivasi otot deep cervical flexor selama latihan membantu menyeimbangkan kerja otot leher bagian anterior dan posterior. Kondisi tersebut membantu posisi kepala kembali mendekati garis gravitasi normal.

Selain itu, penguatan otot leher bagian anterior membantu menurunkan ketegangan pada upper trapezius. Latihan ini juga meningkatkan stabilitas postural cervical (Putri Nur Hidayati et al., 2020). Temuan tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya. Latihan penguatan otot leher dinilai efektif membantu memperbaiki Forward Head Posture sekaligus meningkatkan postural awareness (Hakim, Kadang, dan Thahir, 2024).

Faktor Risiko dan Pentingnya Menjaga Postur Leher

Beberapa faktor risiko diketahui berkontribusi terhadap terjadinya Forward Head Posture. Faktor tersebut meliputi penggunaan smartphone dalam durasi lama, penggunaan laptop dengan posisi duduk kurang ergonomis, serta kebiasaan mempertahankan posisi statis dalam waktu lama.

Penggunaan smartphone secara terus-menerus dapat meningkatkan beban pada otot cervical. Kondisi tersebut memicu ketegangan otot dan nyeri leher (Haryo et al., 2021). Sementara itu, postur duduk yang tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Kondisi tersebut juga menurunkan kualitas postur tubuh secara keseluruhan (Roby Purba et al., 2024).

Seluruh subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif. Subjek memiliki kebiasaan penggunaan smartphone dan posisi duduk dalam durasi lama setiap hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa termasuk kelompok yang rentan mengalami Forward Head Posture akibat kebiasaan postur yang kurang baik.

Oleh karena itu, latihan sederhana seperti Neck Calliet Exercise dapat menjadi salah satu alternatif intervensi fisioterapi. Latihan ini mudah diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan postur leher.

Penelitian selanjutnya diharapkan mampu memberikan evaluasi yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi Forward Head Posture. Penelitian berikutnya dapat menambahkan pengukuran tingkat aktivitas fisik dan durasi penggunaan smartphone. Selain itu, tingkat nyeri leher dan analisis postur tubuh secara keseluruhan juga dapat dipertimbangkan. Pemantauan aktivitas subjek di luar sesi latihan juga penting dilakukan agar hasil penelitian menjadi lebih optimal.

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi kesehatan postur tubuh. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi dasar pengembangan program latihan fisioterapi yang lebih efektif. Program tersebut diharapkan mampu membantu memperbaiki postur leher pada mahasiswa maupun masyarakat umum.

[BACA JUGA: Pengalaman Mahasiswa D-IV TLM PKL di RSUA]

Penulis : Chantika Raamdhany

Pembimbing :  M. Fathul Qorib & Melya Rossa

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)