VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di ruang Operasi Maternal (OK Maternal) Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Kegiatan praktik ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi klinis dan profesionalisme sebagai calon perawat. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami pelayanan perioperatif, khususnya pada tindakan operasi yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan bayi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan mengenal langsung sistem pelayanan dan prosedur kerja yang diterapkan di ruang OK Maternal RSUA.
Mahasiswa Memahami Pelayanan di Ruang OK Maternal
OK Maternal merupakan ruang operasi khusus yang digunakan untuk menangani berbagai tindakan obstetri dan ginekologi. Tindakan ini seperti operasi sectio caesarea (SC), kuretase, serta tindakan bedah lainnya yang memerlukan penanganan segera. Seluruh prosedur di ruang ini menerapkan prinsip steril secara ketat guna mencegah infeksi dan menjamin keselamatan pasien.
Selama PKL, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan persiapan operasi. Tahapan ini dimulai dari mengenali fungsi instrumen bedah hingga menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama tindakan berlangsung. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk menerapkan teknik aseptik dan prinsip steril agar instrumen serta area operasi tetap terjaga dari kontaminasi.
Tidak hanya itu, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai surgical hand washing, penggunaan APD steril, teknik gowning-gloving, dan penataan instrumen operasi. Mahasiswa juga mempelajari alur pelayanan pasien mulai dari tahap praoperasi, pelaksanaan operasi, hingga perawatan pascaoperasi. Pembelajaran tersebut memberikan pemahaman bahwa sterilitas merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan tindakan operasi dan keselamatan pasien.
Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Pelayanan Kritis
Pelayanan di ruang OK Maternal menuntut ketelitian, kecepatan, dan koordinasi yang baik antartenaga kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa belajar bahwa keberhasilan suatu tindakan operasi tidak hanya ditentukan oleh keterampilan individu, tetapi juga kerja sama tim yang efektif.
Salah satu kasus yang sering dijumpai selama praktik adalah ketuban pecah dini (KPD), yaitu kondisi ketika selaput ketuban pecah sebelum persalinan aktif dimulai. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Pada kondisi tertentu, pasien memerlukan tindakan operasi sectio caesarea untuk mencegah risiko lebih lanjut pada ibu maupun janin.
Sebelum operasi dilakukan, tim kesehatan melakukan pengkajian kondisi pasien serta memantau tanda vital ibu dan kondisi janin. Tidak hanya itu, mereka juga menyiapkan instrumen operasi dengan tetap menerapkan prinsip steril. Melalui proses tersebut, mahasiswa mengamati secara langsung pentingnya kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang aman dan efektif.
Selanjutnya, mahasiswa juga melihat bagaimana perawat, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anestesi, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja secara kolaboratif. Pengalaman ini menegaskan pentingnya komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama tim dalam pelayanan kegawatdaruratan maternal. Dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama PKL, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai standar pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Kompetensi Sterilitas Mendukung Pencapaian SDGs
Pelaksanaan PKL di OK Maternal RSUA turut mendukung pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being). Melalui
pembelajaran mengenai keselamatan pasien, pencegahan infeksi, dan pelayanan kesehatan ibu dan anak, mahasiswa memperoleh bekal untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Melalui pengalaman praktik ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan klinis dan profesionalisme. Selebihnya, hal ini juga mempersiapkan mereka menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
[BACA JUGA: Optimalisasi Penggunaan Obat melalui Edukasi Indikasi Klinis kepada Masyarakat]
Penulis: Vania Yaffa Taramarsya
Editor: Aghnia (Tim Branding Vokasi)



