Memahami Obat Sediaan Khusus: Mengapa Bentuknya Berbeda?

VOKASI NEWS – Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga rutin melakukan edukasi kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, muncul berbagai pertanyaan mengenai bentuk obat yang berbeda dari umumnya. Masyarakat sering mempertanyakan mengapa obat tidak selalu berbentuk tablet atau sirup. Selain itu, terdapat obat yang dihirup, ditempel, hingga ditanam di bawah kulit.

Obat tersebut dikenal sebagai obat sediaan khusus. Obat ini tidak dirancang untuk ditelan seperti obat oral pada umumnya. Sebaliknya, obat ini menggunakan sistem pengiriman obat (delivery system) yang lebih canggih. Oleh karena itu, obat dapat bekerja lebih spesifik pada target organ. Selain itu, sistem ini bertujuan menghindari kerusakan obat di lambung. Selanjutnya, beberapa obat dirancang dengan pelepasan bertahap atau sustained release untuk menjaga efektivitas dalam jangka waktu lebih lama. Teknologi sediaan khusus ini membuat proses pengobatan menjadi lebih efisien. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan kenyamanan pasien dalam menjalani terapi.

Jenis Obat Sediaan Khusus

Salah satu bentuk sediaan khusus adalah inhaler. Inhaler digunakan untuk pasien gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK. Selain itu, obat langsung dikirim ke paru-paru sehingga efeknya bekerja lebih cepat. Di sisi lain, risiko efek samping sistemik menjadi lebih rendah dibandingkan obat oral.

Selain inhaler, terdapat patch transdermal atau koyo medis. Namun demikian, ini bukan koyo pereda nyeri biasa. Patch ditempelkan pada kulit agar zat aktif obat diserap perlahan ke dalam aliran darah. Dengan demikian, kadar obat dalam tubuh tetap stabil.

Selanjutnya, terdapat implan yang dimasukkan ke jaringan bawah kulit melalui prosedur medis. Proses ini dilakukan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, implan mampu melepaskan obat dalam dosis kecil secara konstan. Efeknya dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, biasanya untuk kontrasepsi hormonal atau terapi hormon jangka panjang.

Edukasi dan Penerapan DAGUSIBU

Penerapan DAGUSIBU menjadi bagian penting dalam penggunaan obat sediaan khusus. Oleh karena itu, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR menekankan pentingnya prinsip ini kepada masyarakat. DAGUSIBU terdiri dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. Selain itu, prinsip ini membantu memastikan penggunaan obat lebih aman dan tepat.

Pertama, obat sediaan khusus harus diperoleh dari fasilitas kesehatan resmi seperti rumah sakit atau apotek. Selain itu, obat tidak boleh dibeli dari sumber tidak resmi. Hal ini karena obat membutuhkan standar sterilitas dan kualitas tinggi.

Selanjutnya, penggunaan obat harus mengikuti instruksi tenaga kesehatan. Teknik penggunaan menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, setiap jenis sediaan seperti inhaler, patch, dan implan memiliki cara penggunaan yang berbeda. Oleh karena itu, ketelitian sangat diperlukan agar obat bekerja optimal.

Selain itu, penyimpanan obat harus dilakukan sesuai petunjuk. Patch sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Sementara itu, inhaler perlu disimpan di tempat kering dan tidak lembap. Dengan demikian, kualitas obat tetap terjaga.

Terakhir, pembuangan obat harus dilakukan dengan benar. Selain itu, sisa obat pada patch dan inhaler masih dapat mengandung zat aktif. Oleh karena itu, diperlukan penanganan sesuai prosedur agar tidak membahayakan lingkungan.

[BACA JUGA: Mengenal Klasifikasi Obat Bahan Alam Indonesia

Penulis: Najwa Salsabila

Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)