VOKASI UNAIR

Mengenal Lebih Dekat Perpustakaan Universitas Airlangga

Potret Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B

VOKASI NEWS – Perpustakaan atau rumah buku, adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk merawat koleksi dari buku yang nanti bisa dimanfaatkan oleh khalayak umum. Di jaman sekarang perpustakaan sudah modern menjadi tempat kumpulan informasi. Sehingga dapat diartikan kalau perpustakaan adalah suatu tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, buku ataupun non-buku. Bahkan perpustakaan sekarang sudah dapat diakses secara online/digital. Dalam Universitas Airlangga sendiri terdapat perpustakaan  di masing – masing kampusnya (Kampus A, B, dan C).

Perpustakaan Universitas Airlangga (PUA)

Perpustakaan Universitas Airlangga merupakan (PUA) salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang menyediakan berbagai informasi dan buku yang dapat membantu mahasiswa maupun dosen di Universitas Airlangga. PUA tidak hanya memperbolehkan warga Universitas Airlangga saja, tapi juga kepada umum.

Ruang Serbaguna Perpustakaan Universitas Airlangga

Di perpustakaan unair sendiri terdapat banyak ruangan yang disediakan. Ada ruangan Wiyata untuk tempat belajar dan berdiskusi bersama. Ruang Narayana adalah ruangan yang dikhususkan untuk pengguna dengan disabilitas. Adapun juga ruangan khusus untuk belajar secara individu.

Koleksi di Perpustakaan Universitas Airlangga

PUA menyediakan banyak koleksi ilmu pengetahuan hingga riset, laporan penelitian, bahkan karya ilmiah mahasiswa Universitas Airlangga. PUA juga menyediakan beberapa pojokan (corner) buku yang sudah terkatalogisasi sesuai dengan kebutuhan, seperti American Corner, Psychology Corner, dan masih banyak lagi.

Teknologi yang Telah diterapkan di Perpustakaan Universitas Airlangga

Perpustakaan Universitas Airlangga sudah mengikuti teknologi terbaru agar pengunjung dapat meringankan dalam proses pencarian dan kebutuhan buku. Salah satunya layanan Swapinjam, layanan yang berbasis Self-Service dapat mempermudah pengguna dalam meminjam ataupun mengembalikan buku tanpa harus menunggu petugas disana.

Ada juga teknologi lain seperti OPAC (Online Public Access Catalog), dimana teknologi informasi yang memudahkan pengguna dalam mencari buku yang diinginkan. Akses OPAC juga dapat diakses melalui web Ailis. Pinjam/kembali loker juga sudah dimudahkan dengan adanya sistem, Sistem pada loker dapat membantu keamanan barang para pengguna saat memasuki perpustakaan.

Teknologi lainnya adalah Gate Antenna System yang terletak pada pintu keluar perpustakaan. Dengan teknologi ini dapat mendeteksi buku yang keluar tanpa pinjam yang belum sah pada Swapinjam maupun melalui Staff Station Reader. Buku-buku yang berada di perpustakaan Universitas Airlangga menggunakan RFID (Radio Frequency Identification). RFID (Radio Frequency Identification) adalah label yang dapat menghindari adanya buku yang keluar tanpa sah dari perpustakaan. Adapun pesan online yang dikirimkan melalui sistem saat kita meminjam, mengembalikan, atau bahkan mengingatkan pengguna bahwa buku yang dipinjam hampir jatuh tempo.

Waktu Operasional 

Perpustakaan Universitas Airlangga dapat dikunjungi pada hari Senin hingga Jumat, pada jam 08.00-22.00. Di Perpustakaan Universitas Airlangga kampus B, pada jam 17.30 lantai 2 dan 3 perpustakaan akan dipadamkan dan diminta untuk pindah ke lantai 1 jika masih ingin menggunakan fasilitas perpustakaan.

Kesimpulan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan. Maka dari itu mari lestarikan budaya literasi dan manfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik mungkin.

Penulis : Nia Rachmawati

Dosen Pengampu : Dessy Harisanty

Share Media Sosmed

Pilihan Kategori