VOKASI NEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Airlangga pada 17 Agustus 2024 menjadi pengalaman berharga bagi 24 mahasiswa yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) UNAIR. Di balik keberhasilan pengibaran Sang Merah Putih, terdapat proses panjang yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, serta kekompakan.
Perjalanan tersebut dimulai dari proses rekrutmen yang meliputi seleksi administrasi, tes jasmani, wawancara, dan kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Tahapan tersebut menjadi proses untuk memilih mahasiswa yang dinilai memiliki kesiapan fisik dan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab untuk menjalankan tugas sebagai anggota Paskibra.
Mahasiswa terpilih berasal dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Airlangga. Perbedaan latar belakang tersebut kemudian dipersatukan dalam satu tujuan, yaitu menyukseskan upacara peringatan kemerdekaan di lingkungan kampus.
Sebulan Menjalani Latihan Penuh Disiplin
Latihan resmi dimulai pada 17 Juli hingga 16 Agustus 2024. Setiap hari, anggota Paskibra berkumpul sejak pukul 07.00 WIB untuk mengikuti rangkaian latihan yang telah dipersiapkan. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, laporan kesiapan, dan pemanasan. Setelah itu, para anggota berlari mengelilingi Danau Kampus C Universitas Airlangga sebanyak tiga putaran. Lantunan lagu kebangsaan dan yel-yel Paskibra turut mengiringi aktivitas tersebut.
“Semangat yang dibangun melalui lagu dan yel-yel membuat latihan terasa lebih hidup. Dari sana, kekompakan mulai terbentuk,” ungkap salah satu anggota Paskibra.
Disiplin menjadi bagian penting selama proses latihan. Keterlambatan maupun ketidaksiapan satu anggota dapat berdampak pada seluruh tim. Konsekuensinya berupa tambahan putaran lari atau latihan fisik seperti jongkok-berdiri mengelilingi lapangan.
Meski melelahkan, berbagai tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses membangun rasa tanggung jawab dan solidaritas. Para anggota belajar bahwa setiap individu memiliki peran dalam menentukan kesiapan seluruh tim. Setelah latihan fisik, kegiatan dilanjutkan dengan materi Peraturan Baris-Berbaris, penyempurnaan gerakan, dan latihan formasi pengibaran bendera. Setiap langkah, ayunan tangan, hingga perpindahan posisi harus dilakukan secara seragam dan presisi.
Bahkan, waktu istirahat pun tetap memiliki aturan. Sebelum menyantap bekal, anggota harus melapor kepada pelatih. Makanan kemudian dikonsumsi dalam posisi tegak dan rapi dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah istirahat selesai, latihan kembali dilanjutkan hingga target harian tercapai. Mendekati hari pelaksanaan upacara, intensitas latihan semakin meningkat. Latihan dilakukan dua kali sehari atau dipusatkan pada sore hari untuk memantapkan kesiapan seluruh anggota.
Dari Rekan Latihan Menjadi Keluarga
Di balik padatnya jadwal latihan, hubungan antarmahasiswa perlahan semakin dekat. Mahasiswa yang sebelumnya tidak saling mengenal mulai membangun ikatan melalui berbagai pengalaman yang dilalui bersama. Persiapan penampilan, gladi bersih, hingga karantina menjelang upacara menghadirkan berbagai cerita. Rasa lelah, tawa, semangat, dan tantangan selama latihan menjadi pengalaman bersama yang mempererat hubungan antarpeserta.
Pelatih Paskibra Universitas Airlangga juga terus mengingatkan pentingnya disiplin dan kekompakan. Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan ketepatan gerakan, tetapi juga tanggung jawab setiap anggota terhadap tim. Nilai tersebut kemudian menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Para anggota tidak hanya belajar mengenai teknik pengibaran bendera, tetapi juga memahami arti tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen.
Puncak Perjuangan pada Hari Kemerdekaan
Setelah menjalani latihan selama satu bulan, seluruh perjuangan anggota Paskibra mencapai puncaknya pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Airlangga, 17 Agustus 2024. Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung dengan lancar dan khidmat. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari latihan intensif, kerja sama, dan komitmen yang dibangun bersama sejak proses seleksi hingga hari pelaksanaan.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para anggota, 24 anggota Paskibra Universitas Airlangga mendapatkan sepeda gunung sebagai kenang-kenangan. Pemberian tersebut menjadi simbol penghargaan atas kerja keras dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas. Berakhirnya upacara sekaligus menandai berakhirnya masa latihan sebagai anggota Paskibra Universitas Airlangga Tahun 2024. Namun, pengalaman dan hubungan yang terbentuk selama proses tersebut tidak ikut berakhir.
Pertemanan yang bermula dari proses seleksi berkembang menjadi ikatan kekeluargaan. Bagi para anggota, pengalaman menjadi Paskibra bukan sekadar tentang mengibarkan bendera, tetapi juga tentang belajar disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan menghargai arti kebersamaan. Pengalaman selama satu bulan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang akan terus dikenang, bahkan setelah tugas sebagai anggota Paskibra Universitas Airlangga selesai.
[BACA JUGA: Abdi Desa XIII D4 Teknologi Kesehatan Gigi Unair Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Masyarakat Sambikerep]
Penulis: Dela Ayu Ramadhani
Pembimbing: Drs. Djoko Adi Prasetyo, M.Si.
Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)



