VOKASI NEWS – Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi strategi pemasaran perusahaan. Salah satu platform yang mengalami perkembangan pesat adalah TikTok. Melalui berbagai fitur yang dimiliki, TikTok tidak lagi berfungsi sebagai media hiburan. Kini, platform tersebut juga berkembang menjadi sarana promosi yang mampu menghubungkan perusahaan dengan konsumen secara lebih interaktif.
Salah satu inovasi yang mendukung pemasaran digital adalah TikTok Go. Program ini memungkinkan merchant bekerja sama dengan affiliator untuk mempromosikan voucher maupun produk melalui konten video. Berbeda dengan promosi konvensional, TikTok Go menerapkan konsep performance marketing. Dengan demikian, perusahaan hanya memberikan komisi apabila promosi yang dilakukan affiliator berhasil menghasilkan transaksi.
Seiring meningkatnya jumlah affiliator dan aktivitas promosi, perusahaan juga memperoleh data kampanye dalam jumlah besar. Data tersebut memuat informasi mengenai jumlah penjualan, nilai transaksi (sales value), jumlah pesanan (orders), tingkat penukaran voucher (redeemed orders), hingga jumlah penonton video (video views). Namun, apabila tidak diolah dengan baik, data tersebut hanya menjadi kumpulan angka yang sulit dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi maupun pengambilan keputusan.
Pentingnya Pengolahan Data dalam Program TikTok Go
Data pemasaran digital menjadi salah satu aset penting bagi perusahaan. Melalui pengolahan data, perusahaan dapat mengetahui strategi promosi yang memberikan hasil terbaik. Selain itu, perusahaan juga dapat memahami karakteristik affiliator dengan performa tinggi serta mengevaluasi efektivitas kampanye yang telah dilaksanakan.
Kondisi tersebut juga ditemui pada GeprekinAja. Data performa affiliator yang diperoleh dari agency masih berupa raw data. Oleh karena itu, data tersebut belum dapat digunakan secara langsung untuk mengevaluasi implementasi TikTok Go. Penyajian data yang belum terstruktur membuat perusahaan perlu melakukan pengolahan terlebih dahulu agar informasi yang dihasilkan lebih mudah dipahami.
Pengolahan Data Menggunakan Microsoft Excel
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Data penjualan dan performa affiliator diorganisasikan berdasarkan periode implementasi TikTok Go. Selanjutnya, data dihitung dan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik agar lebih mudah dianalisis.
Proses tersebut menghasilkan informasi mengenai perkembangan penjualan sebelum dan sesudah implementasi TikTok Go. Selain itu, pengolahan data juga menunjukkan perkembangan penjualan setelah penggunaan affiliator serta performa masing-masing affiliator berdasarkan indikator yang digunakan perusahaan.
Hasil pengolahan menunjukkan bahwa implementasi TikTok Go memberikan perkembangan positif terhadap penjualan GeprekinAja. Penjualan meningkat sebesar 852,68% setelah implementasi TikTok Go dibandingkan periode sebelumnya. Selanjutnya, setelah penggunaan affiliator, penjualan kembali meningkat sebesar 264,57%. Selain itu, kategori Review Test Product (RTP) menunjukkan performa lebih tinggi dibandingkan Creator Visit berdasarkan indikator video views, orders, dan sales value.
Mendukung Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
Hasil pengolahan data tidak hanya memberikan gambaran mengenai perkembangan penjualan, tetapi juga membantu perusahaan mengevaluasi efektivitas implementasi TikTok Go. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Marketing GeprekinAja, informasi yang dihasilkan telah sesuai dengan evaluasi internal perusahaan. Selain itu, hasil tersebut membantu mengidentifikasi affiliator yang memberikan kontribusi penjualan terbaik. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pemasaran pada kampanye berikutnya.
Dengan demikian, pengolahan data membuktikan bahwa raw data dapat diubah menjadi informasi yang bernilai bagi perusahaan. Selain mendukung evaluasi strategi pemasaran digital, proyek ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-8, yaitu Decent Work and Economic Growth. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus mendukung ekosistem ekonomi digital yang melibatkan perusahaan, agency, dan affiliator.
[BACA JUGA: Bakteri MRSA dan Ancaman Resistensi Antibiotik: Apa Peran Laboratorium Klinik?]
Penulis: Afika Dwi Maimuna
Pembimbing: Phima Ruthia Dwikesumasari
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



