VOKASI NEWS – Magang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran mahasiswa D-III Keperawatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan teori yang dipelajari di perkuliahan ke dalam praktik pelayanan kesehatan secara langsung. Dengan demikian, mahasiswa memiliki bekal untuk meningkatkan kompetensi klinis sebelum memasuki dunia kerja.
Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan Magang Keperawatan Medikal Bedah (KMB) di Instalasi Rawat Inap (IRNA) 3 dan IRNA 6 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) selama enam minggu, mulai 2 Maret hingga 11 April 2026. Kegiatan ini dibimbing oleh Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B. dan Dr. Susilo Hariyanto, S.Kep., Ns., M.Kep. Oleh karena itu, mahasiswa memperoleh pendampingan selama menjalani pembelajaran klinik. Magang tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan yang profesional, menyeluruh, dan berpusat pada pasien.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung bersama tenaga kesehatan profesional. Selama menjalani magang, mahasiswa menangani berbagai kasus keperawatan medikal bedah. Kasus tersebut meliputi gangguan sistem respirasi, kardiovaskular, neurologi, endokrin, pencernaan, hingga perawatan pasien pascaoperasi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik pelayanan kesehatan di lapangan.
Menerapkan Proses Keperawatan Secara Menyeluruh
Selama berada di IRNA 3 dan IRNA 6, mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara menyeluruh. Kegiatan dimulai dari pengkajian pasien, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan rencana tindakan, implementasi intervensi, hingga evaluasi hasil asuhan keperawatan.
Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam berbagai tindakan keperawatan sesuai kompetensi di bawah supervisi Clinical Instructor (CI). Tindakan tersebut meliputi pemantauan tanda-tanda vital, perawatan luka, pemberian obat secara oral maupun injeksi, dispensing atau oplos obat, pemeriksaan gula darah acak (GDA), aff infus, pengambilan darah melalui akses intravena, pemeriksaan elektrokardiografi (EKG), pemasangan alat oksigenasi, injeksi insulin, terapi nebulizer, penggantian cairan infus, pemasangan dan pelepasan nasogastric tube (NGT), pemasangan dan pelepasan kateter, bladder training, personal hygiene, verbed tempat tidur pasien, kumbah lambung, serta kolaborasi dalam pemenuhan gizi pasien yang menggunakan NGT.
Mengembangkan Kompetensi Profesional
Magang tidak hanya memberikan pengalaman dalam meningkatkan keterampilan klinis, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi terapeutik, berpikir kritis, serta pengambilan keputusan klinis. Di samping itu, mahasiswa belajar bekerja sama dengan berbagai profesi kesehatan selama memberikan pelayanan kepada pasien.
Interaksi dengan dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lainnya memberikan pengalaman mengenai pentingnya kolaborasi interprofesional. Dengan demikian, mahasiswa memahami bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas memerlukan kerja sama yang baik antartenaga kesehatan dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Magang sebagai Bekal Memasuki Dunia Kerja
Magang Keperawatan Medikal Bedah di IRNA 3 dan IRNA 6 RSUA menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa D-III Keperawatan. Pembelajaran secara langsung di lingkungan rumah sakit membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan klinis, memperkuat sikap profesional, menanamkan nilai etika keperawatan, serta membangun rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Kegiatan magang ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis praktik. Pada akhirnya, pengalaman tersebut diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja sebagai tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten.
[BACA JUGA: Evaluasi Pemotongan PPh Pasal 21: Pentingnya Pengendalian Internal Perusahaan]
***
Penulis: Desika Salma Astiko
Editor: Cheiza Xaviera (Tim Branding Vokasi)



