VOKASI NEWS – Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi konsentrasi titanium dioksida dan frekuensi transduser dalam pengembangan phantom liver sebagai media simulasi pembelajaran pemeriksaan ultrasonografi (USG). Phantom tersebut dirancang untuk mendukung simulasi biopsi maupun tindakan intervensi dengan karakteristik fisik dan akustik yang menyerupai jaringan biologis organ hati sebenarnya.
Pengembangan Phantom USG liver sebagai media pembelajaran
Phantom USG liver yang tersedia secara komersial memiliki kualitas tinggi dan dapat digunakan kembali. Namun, harganya relatif mahal dan sebagian besar masih merupakan produk impor. Oleh karena itu, perlu adanya modifikasi desain dan fabrikasi phantom USG liver untuk mengatasi masalah tersebut. Material phantom yang digunakan pengembangan menggunakan silicone rubber karena memiliki kestabilan yang baik dan memberikan atenuasi yang lebih tinggi, serta lebih tahan lama sehingga efektif dan efisien.
Karakteristik akustik phantom memanfaatkan sebagai pengatur sifat akustik. Variasi konsentrasi berkaitan dengan massa, volume, ketebalan, dan massa jenis, serta impedansi akustik phantom yang memengaruhi pencitraan USG. Sedangkan, variasi frekuensi didasarkan pada kebutuhan pencitraan organ liver yang berada pada kedalaman tertentu di dalam tubuh.
Pengujian karakteristik fisik dan akustik phantom USG liver
Penelitian dilakukan dengan membuat phantom USG liver menggunakan variasi konsentrasi titanium dioksida sebesar 9%, 9,5%, 10%, 10,5%, 11%, dan 11,5%. Variasi konsentrasi tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik fisik dan akustik phantom. Pengujian karakteristik phantom dilakukan menggunakan ultrasonic transducer dengan frekuensi 0,5 MHz dan 1 MHz. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan komposisi yang paling mendekati karakteristik jaringan liver manusia.
Pengaruh variasi konsentrasi dan frekuensi transduser unutk mengevaluasi nilai impedansi akustik
Pada variasi frekuensi tranduser terhadap impedansi akustik adalah untuk melihat kemampuan penetrasi dalam aplikasi klinis pada organ liver yang letaknya dalam. Frekuensi 0,5 MHz dalam pengujian impedansi akustik hasilnya optimal dibandingkan dengan frekuensi 1 MHz. Hal tersebut karena semakin rendah frekuensi transduser menghasilkan panjang gelombang yang panjang, sehingga penetrasi yang dihasilkan semakin dalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi memengaruhi karakteristik fisik phantom yang dihasilkan. Peningkatan konsentrasi cenderung meningkatkan massa sampel dan menyebabkan perubahan berupa penambahan volume serta ketebalan phatom dari nilai referensi. Perubahan tersebut memengaruhi massa jenis.
Massa jenis merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan karakteristik suatu medium karena berkaitan dengan kemampuan medium dalam merambatkan gelombang ultrasonik. Oleh karena itu, komposisi material lain seiring bertambahnya variasi memberikan pengaruh terhadap sifat fisik phantom yang dihasilkan.
Pengaruh tersebut menyebabkan nilai impedansi akustik mengalami nilai yang fluktuatif sehingga, massa jenis perlu dilakukan kontrol untuk mendapatkan nilai impedansi akustik yang optimal. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaturan massa, volume, dan massa jenis menjadi faktor penting dalam pengembangan phantom USG liver. Faktor-faktor tersebut menentukan kesesuaian karakteristik fisik dan akustik phantom.
[BACA JUGA: Tak Sekedar Wisata, Sendangagung Siapkan Langkah Menuju Destinasi Unggulan Lamongan]
Penulis: Ella Azzahra
Editor: Vioretha (Tim Branding Vokasi)



