Pentingnya Keseimbangan dan Kekuatan Otot pada Lansia

VOKASI NEWS – Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup dan perubahan struktur penduduk. Peningkatan populasi lansia juga diikuti kenaikan masalah kesehatan, terutama risiko jatuh saat beraktivitas harian. Gangguan keseimbangan dinamis menjadi salah satu penyebab utama jatuh pada kelompok usia lanjut. Keseimbangan dinamis diperlukan saat berjalan, berbelok, berpindah posisi, dan melakukan berbagai aktivitas fungsional.

Penurunan keseimbangan sering berkaitan dengan berkurangnya kekuatan otot tungkai bawah akibat proses penuaan. Otot ekstensor lutut berperan penting menjaga stabilitas tubuh selama bergerak dan menopang berat badan. Kelemahan otot quadriceps dapat menurunkan kontrol postural dan memperbesar kemungkinan kehilangan keseimbangan. Pemeriksaan kekuatan otot menjadi langkah penting dalam mendeteksi risiko
jatuh sejak dini.

Pengukuran Kekuatan Otot dan Keseimbangan Dinamis

Kekuatan otot ekstensor lutut dapat diukur menggunakan metode One Repetition Maximum atau 1RM. Metode tersebut menilai beban maksimal yang mampu diangkat satu kali dengan teknik benar. Pengukuran dilakukan dengan gerakan ekstensi lutut dalam posisi duduk menggunakan tambahan beban bertahap. Nilai tertinggi yang berhasil dicapai menunjukkan kapasitas kekuatan maksimal otot quadriceps.

Kemampuan keseimbangan dinamis diukur menggunakan Four Square Step Test atau FSST. Tes tersebut menilai kemampuan melangkah cepat ke berbagai arah secara terkoordinasi Peserta mengikuti pola langkah tertentu sambil mempertahankan tubuh tetap menghadap ke depan. Waktu tempuh yang lebih singkat menunjukkan kemampuan keseimbangan yang lebih baik.

Pelaksanaan Pengambilan Data pada Bulan Ramadhan

Pelaksanaan pengambilan data dilakukan pada 10 Maret 2026 di Dusun Bluru Kidul, Sidoarjo. Kegiatan berlangsung pada bulan Ramadhan dengan penyesuaian waktu agar kondisi subjek tetap optimal. Pemeriksaan awal meliputi tekanan darah, saturasi oksigen, serta skrining kondisi fisik umum. Tahapan tersebut bertujuan menjaga keamanan selama pengukuran kekuatan otot dan keseimbangan.

Sebanyak 28 lansia memenuhi kriteria dan mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Mayoritas subjek berada pada rentang usia 60 hingga 74 tahun. Sebagian besar subjek memiliki indeks massa tubuh kategori overweight dengan aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Karakteristik tersebut memberikan gambaran umum kondisi fisik lansia pada komunitas penelitian.

Hubungan Kekuatan Otot dengan Risiko Jatuh

Hasil pengukuran menunjukkan variasi nilai kekuatan otot ekstensor lutut pada seluruh subjek. Kemampuan keseimbangan dinamis juga menunjukkan perbedaan berdasarkan waktu penyelesaian FSST. Analisis statistik memperlihatkan hubungan antara kekuatan otot lutut dan keseimbangan dinamis. Nilai kekuatan yang lebih tinggi berkaitan dengan performa keseimbangan yang lebih baik.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya latihan penguatan otot tungkai bagi kelompok lansia. Peningkatan kekuatan quadriceps dapat membantu mempertahankan stabilitas tubuh selama aktivitas sehari-hari. Program pencegahan jatuh perlu memasukkan latihan kekuatan dan evaluasi keseimbangan rutin. Upaya tersebut diharapkan mendukung kemandirian serta kualitas hidup lansia secara berkelanjutan.

[BACA JUGA: Faktor Pendukung Kepuasan Pengunjung Kebun Teh Jamus]

Penulis: Fadia Sahira Shafa

Pembimbing: Imam Subadi, Dimas Aji Prayitno

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)