Perkembangan Transformasi Bisnis Digital Melalui Program Kerja Lokal Berdaya pada Kegiatan BBK 7

Mahasiswa BBK 7 UNAIR bersama Dosen Pembimbing Lapangan pada Sesi Presentasi Program Kerja

VOKASI NEWS – Transformasi bisnis digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin tetap bersaing di tengah meningkatnya arus digitalisasi. Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga merancang program Lokal Berdaya sebagai upaya menjawab tantangan digitalisasi UMKM di Desa Tawar. Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih praktis dan modern. Selain itu, program ini mendampingi pelaku usaha memasarkan produknya melalui media sosial untuk menjangkau pasar lebih luas.

Minimnya penerapan teknologi digital di lingkup UMKM Desa Tawar menjadi kendala dalam program ini. Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan transaksi tunai dan minim memanfaatkan promosi digital.
Padahal, pembayaran digital dan promosi media sosial membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas. Peluang ini semakin besar mengingat Desa Tawar berada dekat dengan destinasi wisata dan memiliki produk khas seperti kripik usus. Kelompok BBK 7 di Desa Tawar tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM secara langsung. Mereka mempraktikkan pembuatan QRIS dan promosi melalui media sosial, termasuk mencantumkan lokasi usaha di Google Maps.

Penyampaian Materi dan Praktik Langsung

Fokus utama program ini adalah menanamkan pemahaman mengenai QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai dan strategi pemasaran melalui media sosial. Mahasiswa mengajarkan pembuatan akun sejak pengenalan konsep agar pelaku usaha mampu mengikuti transformasi digital tanpa tertinggal. Mahasiswa juga mengajarkan cara membuat konten promosi yang menarik melalui media sosial. Mereka memanfaatkan fitur dan tren digital untuk membangun citra usaha yang konsisten.

Hasil pendampingan dipresentasikan melalui booth kelompok pada sesi pemaparan program kerja di Desa Tawar. Booth tersebut menampilkan capaian program kepada masyarakat, perangkat desa, dan dosen pembimbing BBK 7. Booth ini disusun sebagai bukti nyata dedikasi mahasiswa BBK 7 Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Mojokerto. 

Kolaborasi Lintas Jurusan, Diperkuat Kompetensi Manajemen Perkantoran Digital

Program Lokal Berdaya dilakukan oleh mahasiswa lintas jurusan, di mana keberagaman latar belakang jurusan ini menjadi faktor kuat pada aspek digitalisasi sistem administrasi dan pemasaran digital. Pendampingan pada pelaku UMKM bertumpu pada kompetensi pengelolaan transaksi dan tata kelola keuangan berbasis digital, serta edukasi promosi media sosial mengandalkan kompetensi komunikasi bisnis dan pengelolaan citra UMKM melalui digitalisasi. 

Perpaduan latar belakang keilmuan yang beragam membuat program berjalan dengan baik, mulai dari teknik administrasi digital hingga pendekatan sosial kepada masyarakat. Pengetahuan kompetensi manajemen perkantoran digital menjadi faktor kuat mengenai kelancaran pada setiap tahapan program, dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan. 

Perwakilan mahasiswa BBK 7 UNAIR Desa Tawar menyatakan bahwa program kerja Lokal Berdaya yang dirancang membuat pelaku UMKM di Desa Tawar memahami teori dan juga praktik penggunaan dan promosi digital dalam usaha mereka. Ilmu dan pengetahuan yang telah disampaikan, diharapkan dapat dipakai dan dikembangkan langsung oleh para pelaku UMKM. 

[BACA JUGA: Analisis Material PA66 untuk Alat Fiksasi Radioterapi Kanker Vulva]

Penulis: Shinta Trisakti Fadillah Zein

Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)