VOKASI NEWS – Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola aktivitas mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas akademik dan hiburan kini banyak dilakukan menggunakan perangkat berbasis layar. Kondisi tersebut menyebabkan durasi screen time meningkat secara signifikan. Peningkatan screen time berpotensi memengaruhi kebiasaan aktivitas fisik sehari-hari.
Screen time merupakan total waktu penggunaan perangkat seperti smartphone, laptop, tablet, dan televisi. Durasi penggunaan layar yang panjang sering dikaitkan dengan perilaku sedentari. Perilaku tersebut mengurangi kesempatan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan dan kebugaran tubuh.
Pentingnya Menjaga VO₂Max
Kebugaran kardiorespirasi menjadi salah satu indikator penting kondisi kesehatan seseorang. Salah satu parameter yang sering digunakan adalah VO₂Max. VO₂Max menggambarkan kemampuan tubuh menggunakan oksigen saat aktivitas fisik maksimal. Nilai yang tinggi menunjukkan fungsi jantung dan paru-paru bekerja secara optimal.
Penurunan VO₂Max dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Kondisi tersebut juga memengaruhi daya tahan tubuh selama beraktivitas. Mahasiswa membutuhkan kebugaran yang baik untuk mendukung proses belajar. Kebugaran yang optimal juga berperan terhadap produktivitas dan kualitas hidup.
Hubungan Screen Time dengan Kebugaran
Penelitian dilakukan pada mahasiswa laki-laki Program Studi D-IV Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Pengukuran screen time menggunakan Adolescent Screen Time Questionnaire atau ASTQ. Tingkat kebugaran kardiorespirasi diukur menggunakan Multistage Fitness Test atau bleep test. Sebanyak 49 mahasiswa memenuhi kriteria sebagai responden penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki screen time dalam kategori tinggi. Sebanyak 69,4 persen responden termasuk kelompok tersebut. Nilai rata-rata VO₂Max mencapai 44,04 ml/kg/menit dengan kategori baik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara screen time dan VO₂Max.
Dampak dan Upaya Pencegahan
Durasi screen time yang tinggi dapat mengurangi waktu untuk bergerak dan berolahraga. Aktivitas duduk berkepanjangan menurunkan pengeluaran energi tubuh. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu fungsi kardiorespirasi dalam jangka panjang. Dampak lain meliputi gangguan tidur dan penurunan kualitas kesehatan.
Penerapan gaya hidup aktif menjadi langkah penting menjaga kebugaran kardiorespirasi. Aktivitas fisik rutin membantu mempertahankan nilai VO₂Max tetap optimal. Pengaturan screen time juga mendukung keseimbangan aktivitas harian. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kesehatan serta produktivitas mahasiswa di lingkungan akademik.
[BACA JUGA: Analisis Sentimen Investor Saham Top 50 Indonesia Melalui Implementasi Kecerdasan Buatan]
Penulis: Azra Tiara Putri
Pembimbing: Nur Sulastri dan Dany Pramuno Putra
Editor: Aghnia Faizatus (Tim Branding Vokasi)



