VOKASI NEWS – Perkembangan teknologi membuat komputer menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kerja. Hampir seluruh sektor pekerjaan kini memanfaatkan perangkat digital untuk menyelesaikan berbagai tugas. Akibatnya, banyak pekerja menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar setiap hari.
Kebiasaan tersebut memang meningkatkan produktivitas. Namun, paparan layar yang berlangsung terlalu lama dapat memicu gangguan kesehatan mata yang dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS). Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat menurunkan kenyamanan, konsentrasi, hingga produktivitas kerja.
Mengenal Computer Vision Syndrome
Menurut American Optometric Association, Computer Vision Syndrome merupakan kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital secara berkepanjangan. Perangkat tersebut meliputi komputer, tablet, e-reader, maupun telepon genggam.
Gejala yang sering muncul antara lain mata lelah, mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, serta nyeri pada leher dan bahu. Apabila tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari.
Mengapa Menatap Layar Terlalu Lama Berisiko?
Saat bekerja di depan komputer, otot mata terus berkontraksi untuk mempertahankan fokus pada layar. Kondisi tersebut membuat mata bekerja lebih keras dibandingkan saat melihat objek lain.
Selain itu, penggunaan komputer dalam waktu lama dapat menurunkan frekuensi berkedip. Akibatnya, permukaan mata menjadi lebih kering dan mudah mengalami iritasi.
Penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang menggunakan komputer selama empat jam atau lebih setiap hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami Computer Vision Syndrome. Semakin lama durasi paparan layar tanpa istirahat, semakin besar pula kemungkinan munculnya keluhan pada mata.
Penelitian pada Pekerja Industri
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2026 terhadap pekerja kantor di salah satu perusahaan industri menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara durasi penggunaan komputer dan kejadian Computer Vision Syndrome.
Pekerja dengan durasi penggunaan layar minimal empat jam per hari lebih sering melaporkan keluhan mata dibandingkan pekerja dengan durasi yang lebih singkat. Keluhan yang muncul juga cenderung lebih beragam dan lebih berat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa durasi paparan layar merupakan salah satu faktor risiko yang perlu dikelola dalam program keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Langkah Sederhana Mencegah Computer Vision Syndrome
Risiko Computer Vision Syndrome dapat dikurangi melalui beberapa kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah menerapkan aturan 20-20-20 yang direkomendasikan American Optometric Association. Caranya, setiap 20 menit pekerja mengalihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter.
Selain itu, pekerja dianjurkan melakukan peregangan selama 10–15 menit setiap dua jam bekerja. Kebiasaan berkedip lebih sering juga penting untuk menjaga kelembapan mata. Pengaturan posisi monitor turut memengaruhi kenyamanan visual. Layar sebaiknya berada sedikit di bawah garis pandang mata. Pencahayaan ruang kerja juga perlu dijaga agar tidak terlalu terang maupun terlalu redup.
Perusahaan memiliki peran penting dalam mencegah Computer Vision Syndrome. Penyediaan lingkungan kerja yang ergonomis, pengaturan waktu istirahat, serta edukasi mengenai kesehatan mata dapat membantu mengurangi risiko gangguan akibat paparan layar. Penerapan langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan mata pekerja sekaligus meningkatkan kenyamanan dan produktivitas selama bekerja.
[BACA JUGA: Peran Aktivitas Fisik dan IMT untuk Fungsi Paru]
Penulis: Aisyah Ramadhani
Pembimbing: Neffrety Nilamsari
Editor: Inviana (Tim Vokasi Unair)



