Website SIAPD: Inovasi Digital untuk Kelola Alat Pelindung Diri Lebih Efisien

VOKASI NEWS – Pengelolaan Alat Pelindung Diri (APD) di berbagai perusahaan masih banyak dilakukan secara manual. Proses tersebut mencakup pencatatan stok hingga pemantauan masa pakai APD. Cara ini berisiko menimbulkan berbagai kendala. Beberapa di antaranya adalah keterlambatan distribusi, sulitnya memantau kondisi APD secara real-time, serta penggunaan APD yang telah melewati masa kelayakan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Pasadino Budi Widyanto, mahasiswa D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) VOKASI UNAIR, mengembangkan Sistem Informasi Alat Pelindung Diri (SIAPD) berbasis website. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan APD yang lebih efektif, akurat, dan terdigitalisasi.

Digitalisasi Pengelolaan APD

SIAPD dirancang untuk mendukung pengelolaan APD di salah satu perusahaan pengelolaan limbah di Jawa Timur. Sistem ini menerapkan konsep Role-Based Access Control (RBAC) dengan tiga tingkat pengguna, yaitu staf, manajer departemen, dan super admin. Pembagian hak akses tersebut memungkinkan setiap pengguna menjalankan tugas sesuai kewenangannya sehingga proses pengelolaan APD menjadi lebih terstruktur.

Salah satu fitur utama SIAPD adalah pemantauan stok secara real-time. Melalui fitur tersebut, perusahaan dapat mengetahui ketersediaan APD tanpa harus melakukan pemeriksaan langsung di gudang. Sistem juga membantu mengelola proses pengajuan, distribusi, hingga pelaporan penggunaan APD secara lebih cepat dan terdokumentasi.

Pengembangan SIAPD menggunakan pemodelan Business Process Model and Notation (BPMN) untuk memetakan alur bisnis secara sistematis. Sistem ini juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri sebagai dasar penerapan pengelolaan APD sesuai ketentuan yang berlaku.

Mendapat Penilaian Sangat Baik

Kebergunaan SIAPD diuji menggunakan metode Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) versi 3 yang melibatkan 49 responden. Hasil pengujian menunjukkan skor keseluruhan sebesar 1,45, yang termasuk dalam kategori “sangat puas”.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengguna menilai SIAPD mudah digunakan, efektif mendukung pekerjaan, serta mampu memberikan pengalaman penggunaan yang baik dalam proses pengelolaan APD.

Tofan Agung Eka Prasetya, S.Kep., M.KKK., Ph.D., dosen pembimbing sekaligus dosen Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja VOKASI UNAIR, menyampaikan bahwa pengembangan SIAPD menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi digital dalam mendukung keselamatan kerja di industri.

“Pengembangan sistem seperti SIAPD menjadi salah satu langkah nyata penerapan teknologi dalam mendukung budaya keselamatan dan kesehatan kerja di industri,” ujarnya.

Mendukung Budaya Keselamatan Kerja

Penerapan SIAPD diharapkan dapat membantu perusahaan mengelola APD secara lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi pengelolaan APD tidak hanya mempermudah pengendalian stok, tetapi juga membantu memastikan setiap pekerja menggunakan APD yang masih layak pakai sesuai standar keselamatan kerja.

Melalui sistem yang terdokumentasi dengan baik, perusahaan dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat keterlambatan distribusi maupun penggunaan APD yang tidak memenuhi persyaratan. Inovasi ini sekaligus menjadi salah satu langkah menuju transformasi digital di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.

[BACA JUGA: Baru Berdiri, PT X Justru Terjerat SP2DK atas PPh Final UMKM yang Belum Dilaporkan]

Penulis: Pasadino Budi Widyanto

Pembimbing: Tofan Agung Eka Prasetya, S.Kep., M.KKK., Ph.D.

Editor: Inviana (Tim Branding Vokasi)