Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Gelar Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026

VOKASI NEWS – Arshelina Renata Adiswara merupakan mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga asal Kabupaten Ponorogo. Selain aktif menjalani perkuliahan, Arshelina juga tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) dan mengembangkan small business yang dimilikinya. Kesibukan tersebut membuat dirinya terbiasa untuk mengatur waktu dengan baik agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan secara seimbang.

Di tengah aktivitas akademik dan nonakademik yang cukup padat, Arshelina tetap berusaha mengembangkan potensi diri melalui berbagai pengalaman baru. Salah satunya adalah dengan mengikuti ajang Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026 yang menjadi langkah besar dalam perjalanan pengembangan dirinya.

Perjalanan Menjadi Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026

Keberhasilan Arshelina meraih gelar Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026 menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi dirinya. Tidak hanya berhasil memenangkan ajang tersebut, Arshelina juga berhasil membawa pulang tiga gelar sekaligus. Dirinya merasa sangat bersyukur atas hasil yang diraih setelah melewati berbagai tahapan seleksi dan proses yang cukup panjang.

Bagi Arshelina, mengikuti ajang pageant bukan sekadar kompetisi, melainkan impian yang telah dimiliki sejak kecil bersama sang mama. Dukungan keluarga menjadi salah satu alasan yang membuatnya semakin percaya diri untuk mengikuti ajang tersebut. Selain itu, kecintaannya terhadap budaya Indonesia juga menjadi motivasi utama untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui wadah yang lebih dekat dan dipercaya masyarakat.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman. Karena itu, dirinya ingin menggunakan gelar yang diraihnya sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat, khususnya anak muda.

Tantangan dan Persiapan Selama Ajang

Di balik pencapaiannya, Arshelina harus menghadapi berbagai tantangan selama mengikuti ajang Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026. Tantangan terbesar yang Arshelina rasakan adalah membagi waktu antara persiapan ajang, perkuliahan, praktik kerja lapangan, serta aktivitas lainnya. Jadwal yang padat membuatnya harus lebih disiplin dalam mengatur prioritas dan menjaga konsistensi dalam setiap kegiatan yang dijalani.

Meski demikian, Arshelina tetap berusaha menjalani seluruh proses dengan maksimal. Arshelina mempersiapkan diri dengan memperdalam kemampuan public speaking, menambah wawasan mengenai budaya, serta menjaga mental agar tetap percaya diri dan fokus selama proses seleksi berlangsung.

Menurutnya, kesiapan mental menjadi hal yang sangat penting karena setiap peserta dituntut mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai situasi. Selain itu, ia juga belajar untuk terus percaya pada kemampuan diri sendiri dan menjadikan setiap proses sebagai pengalaman berharga untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Momen Berkesan Selama Seleksi

Dari seluruh rangkaian kegiatan seleksi, Arshelina mengungkapkan bahwa masa karantina menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Selama proses tersebut, Arshelina tidak hanya belajar mengenai banyak hal baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan para finalis lainnya.

Menurutnya, suasana karantina memberikan pengalaman yang menyenangkan karena para finalis dapat saling mendukung dan mengenal karakter satu sama lain dengan lebih baik. Kebersamaan yang terjalin selama proses tersebut menjadi salah satu pengalaman yang akan selalu diingat oleh Arshelina dalam perjalanan ajangnya.

Sosok Inspiratif dan Prinsip Hidup

Dalam perjalanan hidup dan kariernya, Arshelina menjadikan Maudy Ayunda sebagai role model. Menurutnya, Maudy Ayunda merupakan sosok perempuan muda yang mampu menyeimbangkan pendidikan, karier, serta kontribusi sosial dengan sangat baik. Hal tersebut menjadi inspirasi bagi Arshelina untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Selain memiliki sosok inspiratif, Arshelina juga memegang prinsip hidup yang selalu diterapkan dalam kesehariannya, yaitu tetap rendah hati dalam setiap pencapaian, terus belajar dalam setiap proses, dan selalu berusaha memberikan manfaat di mana pun berada. Prinsip tersebut menjadi pegangan baginya untuk terus berkembang tanpa melupakan pentingnya menghargai proses dan orang-orang di sekitarnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Melalui gelar yang kini disandangnya, Arshelina berharap dapat mengajak lebih banyak generasi muda untuk mencintai budaya daerah dan tidak malu untuk melestarikannya. Dirinya percaya bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno, melainkan identitas yang harus dijaga dan dibanggakan bersama.

Arshelina juga menyampaikan pesan khusus bagi mahasiswa vokasi dan generasi muda agar tidak pernah ragu untuk berkarya serta mencoba berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi masing-masing dan dapat memberikan kontribusi positif melalui bidang yang mereka tekuni. Dengan semangat belajar dan keberanian untuk berkembang, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus yang tetap menjaga budaya di tengah perkembangan zaman modern.

[BACA JUGA: Pentingnya Keseimbangan dan Kekuatan Otot pada Lansia]

Penulis: Amara Bilqis Kinanti

Editor: Vioretha (Tim Vokasi Branding)