Pengaruh Durasi Kerja dan Tekanan Darah Terhadap Keselamatan

Salah satu penyebab utama kecelakaan kerja adalah perilaku unsafe action, yaitu tindakan pekerja yang tidak sesuai dengan prosedur yang disebabkan faktor pekerjaan maupun faktor individu.

VOKASI NEWS – Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi. Kondisi tersebut disebabkan oleh karakteristik pekerjaan yang melibatkan aktivitas pada ketinggian, penggunaan alat berat, serta berbagai potensi bahaya lainnya. Salah satu penyebab utama kecelakaan kerja adalah perilaku unsafe action, yaitu tindakan pekerja yang tidak sesuai dengan prosedur keselamatan kerja. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor pekerjaan maupun kondisi individu. Durasi kerja yang panjang berpotensi menyebabkan kelelahan pada pekerja.

Kondisi tersebut dapat menurunkan tingkat konsentrasi selama bekerja. Selain itu, tekanan darah yang tidak normal dapat memengaruhi kondisi fisik dan kemampuan kognitif pekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh durasi kerja dan tingkat tekanan darah terhadap perilaku unsafe action pada pekerja proyek pembangunan PT X. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku tidak aman di lingkungan kerja. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan proyek.

Gambaran Kondisi Pekerja dan Perilaku Unsafe Action

Penelitian ini dilakukan pada pekerja proyek pembangunan PT X di Surabaya untuk menggambarkan hubungan antara durasi kerja, tingkat tekanan darah, dan perilaku unsafe action. Gambaran kondisi pekerja menunjukkan bahwa masih terdapat pekerja dengan tekanan darah di atas batas normal. Selain itu, masih ditemukan pekerja yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan prosedur keselamatan kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor kesehatan pekerja masih perlu mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja. Perhatian terhadap kondisi kesehatan pekerja penting untuk mendukung terciptanya lingkungan proyek yang aman dan produktif.

Pengaruh Tekanan Darah dan Durasi Kerja terhadap Unsafe Action

Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kondisi tekanan darah memiliki peran yang lebih besar terhadap munculnya perilaku unsafe action dibandingkan durasi kerja. Sebaliknya, durasi kerja tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap perilaku tidak aman pada pekerja. Hasil tersebut menggambarkan bahwa kondisi fisiologis pekerja menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi pekerja yang memiliki risiko lebih tinggi sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih dini.

Tekanan darah yang tidak normal dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti menurunnya konsentrasi, berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, hingga menurunnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di tempat kerja. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kemungkinan pekerja mengabaikan prosedur keselamatan, tidak menggunakan alat pelindung diri secara benar, atau melakukan tindakan lain yang dapat memicu kecelakaan kerja. 

Tidak Signifikannya Pengaruh Durasi Kerja terhadap Unsafe Action

Tidak ditemukannya pengaruh durasi kerja menunjukkan bahwa lamanya waktu bekerja bukan satu-satunya faktor yang menentukan munculnya perilaku unsafe action. Pengawasan lapangan yang baik, penerapan prosedur kerja, pelaksanaan safety briefing, serta budaya keselamatan yang telah diterapkan di lingkungan proyek diduga turut membantu menjaga perilaku aman pekerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan kecelakaan kerja memerlukan pendekatan yang menyeluruh dengan menggabungkan pengendalian risiko di tempat kerja dan pemantauan kondisi kesehatan pekerja.

Implikasi Hasil Penelitian bagi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk kondisi kesehatan pekerja. Pemantauan tekanan darah secara berkala perlu menjadi bagian dari program keselamatan dan kesehatan kerja karena dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan yang berpotensi memengaruhi perilaku kerja. Pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi mengenai gaya hidup sehat, serta penguatan budaya keselamatan di lingkungan proyek perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi terjadinya unsafe action dan menekan risiko kecelakaan kerja. Melalui upaya tersebut, produktivitas pekerja dapat tetap terjaga sekaligus menciptakan lingkungan kerja konstruksi yang lebih aman dan sehat.

[BACA JUGA: Sentuhan Edukasi untuk Awal Kehidupan: Mahasiswa D-III Keperawatan UNAIR Berikan Pendidikan Kesehatan Perlekatan Menyusui di RS Ibnu Sina Gresik]

Penulis: Muh. Hisyam Bagus Arfiyan

Pembimbing: Indah Lutfiya, S.KM., M.Kes.

Editor: Aghnia Faiza (Tim Branding Vokasi)