Dari Bangku Kuliah ke Dunia Anak: Mahasiswa D-III Keperawatan Belajar dan Bermain di TK Negeri Pembina Lamongan

VOKASI NEWS – Sebanyak 27 mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga menghadirkan pembelajaran kesehatan yang menyenangkan bagi anak-anak TK Negeri Pembina Lamongan. Kegiatan edukasi tentang sistem ekskresi manusia tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025, dengan memadukan permainan, media visual, dan lagu edukasi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal organ tubuh, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan pendekatan edukasi kepada anak usia dini.

Belajar Kesehatan dengan Cara Menyenangkan

Berinteraksi dengan anak-anak memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa dituntut menyampaikan materi kesehatan menggunakan bahasa sederhana, ekspresi yang komunikatif, serta metode yang sesuai dengan karakter anak.

Suasana belajar pun dibuat santai agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani. Permainan dan interaksi langsung menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa edukasi kesehatan tidak selalu harus dilakukan secara formal. Penyampaian informasi melalui aktivitas yang menyenangkan dapat membantu membangun perhatian sekaligus kedekatan dengan anak.

Mengenal Organ Ekskresi melalui Kartu Bergambar

Kegiatan diawali dengan perkenalan antara mahasiswa dan anak-anak. Setelah suasana terbangun, mahasiswa memperkenalkan beberapa organ ekskresi melalui kartu edukasi bergambar. Anak-anak diajak mengenali ginjal, paru-paru, kulit, dan usus besar sekaligus memahami fungsi sederhananya. Penggunaan gambar membantu membuat materi lebih konkret dan mudah dipahami oleh anak usia dini.

Selain kartu bergambar, mahasiswa menggunakan lagu sebagai media pembelajaran. Anak-anak diajak bernyanyi sambil mengulang nama organ tubuh dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga ikut bernyanyi, bergerak, dan menjawab pertanyaan dari mahasiswa.

Pengalaman Berharga bagi Calon Perawat

Bagi mahasiswa D-III Keperawatan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berkomunikasi dengan kelompok usia yang memiliki karakteristik berbeda. Penyampaian informasi kesehatan kepada anak membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan kemampuan memilih bahasa yang sederhana.

Interaksi secara langsung juga memberikan pemahaman bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan medis, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan apresiasi kepada anak-anak yang mengikuti rangkaian edukasi. Antusiasme peserta menjadi pengalaman berkesan bagi mahasiswa sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran kesehatan dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan semakin mengenal tubuh dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman di TK Negeri Pembina Lamongan menjadi bagian dari proses belajar untuk menjadi calon tenaga kesehatan yang komunikatif, empatik, dan mampu memberikan edukasi sesuai kebutuhan masyarakat.

[BACA JUGA: Mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR Dukung Pencegahan Stunting melalui Pendampingan Posyandu Balita di Desa Batur]

Penulis: Nur Rahma Zulfitri Eka Putri

Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)