VOKASI NEWS – Sebagai wujud penerapan ilmu akuntansi di tengah masyarakat, mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Rofa Nabilah, melaksanakan program pendampingan pengelolaan keuangan bagi usaha kuliner Backcool Es Alpukat Kocok di Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut berfokus pada pelatihan dan perancangan sistem laporan laba rugi digital untuk meningkatkan transparansi keuangan pelaku usaha mikro. Selain itu, program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Urgensi Pembukuan bagi Sektor Usaha Mikro
Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih mengandalkan pencatatan manual. Sebagian pelaku usaha bahkan belum melakukan pembukuan pada operasional harian. Kondisi tersebut membuat pemilik usaha kesulitan menyusun laporan laba rugi secara berkala. Akibatnya, evaluasi terhadap keuntungan usaha juga belum dapat dilakukan secara optimal.
Selain itu, keterbatasan pembukuan menghambat penyusunan perencanaan bisnis jangka panjang. Kondisi tersebut terjadi karena pelaku usaha belum memiliki data keuangan yang terdokumentasi secara baik.
Melihat kondisi tersebut, Rofa Nabilah menginisiasi sistem pencatatan berbasis digital menggunakan Microsoft Excel. Sistem tersebut dipilih karena mudah dioperasikan dan terjangkau bagi mitra UMKM. Pendampingan juga mencakup pemahaman komponen laporan keuangan sesuai kaidah akuntansi dasar. Materi yang diberikan meliputi pencatatan pendapatan harian, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta identifikasi beban operasional usaha.
Otomatisasi Sistem untuk Efisiensi Operasional
Sistem pencatatan digital dirancang menggunakan formula otomatis pada Microsoft Excel. Dengan demikian, pemilik usaha dapat memantau kondisi keuangan secara lebih mudah melalui pencatatan transaksi harian. Seluruh pengeluaran, mulai dari pembelian bahan baku, upah tenaga kerja langsung, hingga penyusutan aset tetap, dapat terintegrasi menjadi draf laporan laba rugi.
Selain mempermudah pencatatan, sistem tersebut juga membantu menghemat waktu administrasi. Proses penyusunan laporan keuangan menjadi lebih efisien dibandingkan dengan pencatatan manual.
Melalui penerapan sistem tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuangan secara mandiri. Di sisi lain, sistem ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan. Informasi laba rugi yang tersusun secara berkala dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis, seperti menentukan harga jual, mengevaluasi pengeluaran, hingga menyusun rencana pengembangan usaha.
Dampak Positif dan Keberlanjutan Program
Program pendampingan yang berlangsung selama September 2025 dengan metode hybrid mendapat respons positif dari pemilik Backcool Es Alpukat Kocok, Muhammad Rifqi Noviyanto. Menurutnya, sistem yang diterapkan membantu penyusunan laporan keuangan menjadi lebih rapi, jelas, dan mudah dipahami sehingga kondisi usaha dapat dipantau dengan lebih baik.
Melalui digitalisasi sederhana ini, pelaku UMKM diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam mengelola keuangan. Selain itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR mampu menghadirkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi kontribusi nyata bagi dunia usaha.
[BACA JUGA: Melalui PKL, Mahasiswa Vokasi UNAIR Bantu UMKM Tempe Pak Breng Susun Laporan Keuangan yang Terstruktur]
Penulis: Rofa Nabilah
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



