VOKASI NEWS – Krisis energi dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mendorong berbagai sektor untuk mencari solusi yang lebih efisien, termasuk sektor perhotelan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah program Eco-Work yang dijalankan oleh Harris Hotel Solo. Program ini mengajak karyawan untuk menghitung jarak perjalanan menuju tempat kerja melalui aplikasi digital yang telah disediakan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran terhadap efisiensi energi dan penggunaan bahan bakar secara lebih bijak. Selain itu, program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Mendorong Kesadaran Efisiensi Energi
Dalam pelaksanaannya, karyawan diminta mencatat jarak tempuh perjalanan mereka selama periode tertentu. Data tersebut digunakan untuk melihat pola mobilitas karyawan dan dampaknya terhadap penggunaan BBM.
Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan memberikan hadiah atau insentif kepada karyawan yang konsisten mengikuti program. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi serta membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Permasalahan yang Menjadi Latar Belakang
Permasalahan utama yang diangkat dalam program ini adalah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak, khususnya dalam aktivitas perkantoran dan mobilitas karyawan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pengeluaran operasional, tetapi juga pada isu lingkungan dan efisiensi energi.
Program Eco-Work hadir sebagai salah satu bentuk adaptasi perusahaan terhadap tantangan tersebut. Inovasi ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Stakeholder dan Konflik Kepentingan
Beberapa pihak yang terlibat dalam program ini meliputi manajemen hotel, karyawan, masyarakat umum, pemerintah, serta sektor industri perhotelan lainnya. Setiap pihak memiliki peran yang berbeda dalam mendukung keberhasilan program.
Namun, terdapat pula potensi konflik kepentingan. Sebagian karyawan dapat merasa terbebani karena harus melakukan pelaporan perjalanan setiap hari, sementara perusahaan melihat program ini sebagai bagian dari upaya membangun citra ramah lingkungan dan efisiensi operasional.
Strategi Negosiasi dan Peran Teknologi
Pendekatan kolaboratif menjadi strategi yang dapat diterapkan dalam menjalankan program ini. Manajemen dapat menggunakan data perjalanan karyawan sebagai dasar evaluasi serta bukti nyata dampak program terhadap penghematan energi.
Selain itu, pemberian bonus atau insentif menjadi bentuk apresiasi yang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Negosiasi juga tidak selalu dilakukan secara langsung, tetapi dapat melalui platform komunikasi digital seperti Google Meet atau Zoom.
Perspektif Manajemen Perkantoran Digital
Dalam perspektif Manajemen Perkantoran Digital, teknologi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program Eco-Work. Aplikasi digital digunakan sebagai alat utama untuk mengumpulkan data perjalanan karyawan secara terstruktur dan efisien.
Media komunikasi digital juga membantu penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berfungsi dalam administrasi, tetapi juga sebagai strategi organisasi dalam menghadapi tantangan operasional.
Program Eco-Work yang dijalankan oleh Harris Hotel Solo menunjukkan bahwa inovasi dapat muncul dari situasi krisis. Permasalahan energi justru mendorong perusahaan untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi digital.
Keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi penggunaan sistem, pengembangan teknologi yang berkelanjutan, serta partisipasi aktif seluruh karyawan. Dengan demikian, Eco-Work berpotensi menjadi strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan energi dan perubahan lingkungan di masa depan.
[BACA JUGA: Kenaikan BBM Nonsubsidi dan Tantangan Ekonomi Nasional]
Penulis: Amara Bilqis Kinanti
Editor: Sinta Rahmah (Tim Vokasi Branding)



