Cerdas Memilih Obat Herbal

Cerdas Memilih Obat Herbal

VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi lansia Ketapang Lor tentang cara memilih obat herbal yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan.

Obat Herbal Masih Menjadi Pilihan Masyarakat

Obat herbal masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama pada lansia. Berbagai produk berbahan alam sering digunakan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi keluhan ringan yang sering muncul.

Namun, di tengah banyaknya produk herbal yang beredar, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa obat bahan alam memiliki tingkatan berdasarkan bukti keamanan dan khasiatnya. Kurangnya pengetahuan tersebut dapat membuat masyarakat memilih produk hanya berdasarkan rekomendasi orang lain atau informasi yang belum tentu benar.

Padahal, setiap jenis obat bahan alam memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggolongan obat herbal menjadi penting agar masyarakat dapat menggunakan produk secara lebih aman, tepat, dan sesuai kebutuhan kesehatan.

Mahasiswa Keperawatan UNAIR Gelar Edukasi di Ketapang Lor

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penggolongan obat bahan alam. Kegiatan ini ditujukan kepada lansia di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam memilih dan menggunakan produk herbal. Melalui kegiatan ini, lansia diharapkan dapat lebih memahami perbedaan jenis obat bahan alam serta lebih bijak dalam memilih produk yang aman dan bermutu.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat. Dengan penyampaian materi yang sederhana, peserta dapat lebih mudah memahami informasi mengenai obat herbal yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Memahami Obat Herbal bagi Lansia

Memasuki usia lanjut, seseorang lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Tidak sedikit lansia yang mengonsumsi beberapa jenis obat dalam waktu bersamaan untuk mengendalikan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes melitus, maupun penyakit jantung.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan obat herbal perlu dilakukan secara tepat. Hal ini penting untuk menghindari kemungkinan efek yang tidak diinginkan, terutama apabila produk herbal digunakan bersamaan dengan obat medis tertentu.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai klasifikasi obat bahan alam dapat membantu lansia mengenali tingkat keamanan dan bukti ilmiah dari produk yang digunakan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berfokus pada manfaat yang dijanjikan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan penggunaan.

Mengenal Tingkatan Obat Herbal

Dalam kegiatan edukasi, peserta diperkenalkan pada tiga kategori obat bahan alam yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

Jamu merupakan jenis obat bahan alam yang paling dikenal masyarakat karena telah digunakan secara turun-temurun berdasarkan pengalaman empiris. Meskipun demikian, masyarakat tetap dianjurkan memilih produk jamu yang memiliki izin edar resmi agar kualitas dan keamanannya lebih terjamin.

Kategori berikutnya adalah Obat Herbal Terstandar (OHT). Produk OHT telah melalui proses standardisasi bahan baku dan pengujian praklinik sehingga memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat dibandingkan jamu.

Fitofarmaka sebagai Tingkatan Tertinggi Obat Herbal

Fitofarmaka merupakan kategori tertinggi dalam penggolongan obat bahan alam. Produk ini telah melalui uji praklinik dan uji klinik pada manusia sehingga manfaat dan keamanannya didukung oleh bukti ilmiah yang lebih kuat.

Melalui penjelasan tersebut, peserta dapat memahami bahwa tidak semua produk herbal memiliki tingkat pembuktian yang sama. Jamu, OHT, dan fitofarmaka memiliki perbedaan dari sisi proses pembuktian, keamanan, serta dasar ilmiah yang mendukung penggunaannya.

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih selektif sebelum membeli atau mengonsumsi produk herbal. Selain melihat klaim manfaat, masyarakat juga perlu memperhatikan legalitas, aturan pakai, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Memilih Produk Herbal dengan Bijak

Selain mengenalkan klasifikasi obat bahan alam, edukasi juga menekankan pentingnya memperhatikan logo pada kemasan, nomor izin edar BPOM, serta aturan penggunaan produk. Langkah sederhana ini dapat membantu masyarakat memilih produk yang aman, bermutu, dan sesuai standar.

Lansia juga diingatkan untuk tidak menggunakan produk herbal secara sembarangan, terutama apabila sedang menjalani pengobatan rutin. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk menghindari kemungkinan interaksi antara obat medis dan produk herbal yang digunakan.

Dengan kebiasaan membaca informasi pada kemasan dan berkonsultasi ketika diperlukan, masyarakat dapat menggunakan obat herbal secara lebih bertanggung jawab. Hal ini penting agar manfaat produk herbal dapat diperoleh tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Media Edukasi yang Mudah Dipahami Lansia

Kegiatan edukasi menggunakan media papan edukasi dan leaflet yang dirancang dengan bahasa sederhana. Media tersebut dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh lansia sebagai peserta utama kegiatan.

Papan edukasi membantu peserta mengenali perbedaan jamu, OHT, dan fitofarmaka secara visual. Sementara itu, leaflet dapat dibawa pulang sehingga peserta dapat membaca kembali informasi yang telah disampaikan.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai perbedaan produk herbal, keamanan penggunaan herbal pada lansia, serta pentingnya izin edar BPOM.

Harapan Lansia Lebih Mandiri dalam Memilih Obat Herbal

Melalui kegiatan ini, masyarakat, terutama kalangan lansia, diharapkan dapat lebih memahami pentingnya memilih produk herbal yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan kesehatan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting agar lansia tidak mudah terpengaruh oleh klaim produk yang belum tentu benar.

Selain itu, edukasi ini diharapkan mampu mendorong lansia untuk lebih teliti dalam membaca label, memperhatikan izin edar, serta menggunakan produk sesuai aturan pakai. Dengan demikian, penggunaan obat herbal dapat dilakukan secara lebih rasional dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kegiatan edukasi obat herbal ini menjadi langkah sederhana tetapi penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan obat bahan alam secara lebih aman, bijak, dan sesuai anjuran.

[BACA JUGA: Terapi Auriculopunktur untuk Mengatasi Insomnia]

Penulis: Putri Isabella Sitompul

Pembimbing: Susilo Harianto

Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)