VOKASI NEWS – Mahasiswa D-IV Pengobat Tradisional Vokasi UNAIR meneliti terapi auriculopunktur sebagai terapi pendukung untuk membantu menurunkan keluhan insomnia.
Insomnia sebagai Gangguan Tidur yang Perlu Diperhatikan
Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga lansia. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan, pola hidup, serta aktivitas harian individu yang mengalaminya.
Pada era modern, insomnia semakin sering ditemukan seiring meningkatnya tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, serta kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur. Jika tidak ditangani dengan baik, insomnia dapat menurunkan kualitas hidup, melemahkan sistem imun, mengganggu produktivitas, serta meningkatkan risiko gangguan psikologis seperti depresi (Sekarsiwi, 2015).
Dalam Traditional Chinese Medicine (TCM), insomnia dikenal dengan istilah Shi Mian. Kondisi ini dikaitkan dengan gangguan pada jantung, limpa, hati, ginjal, defisiensi Yin, serta ketidakharmonisan antara Yin dan Yang. Selain itu, insomnia juga dapat berkaitan dengan ketidakseimbangan Qi dan Xue atau darah (A. Garay et al., 2020).
Mengenal Terapi Auriculopunktur
Auriculopunktur atau auricular acupuncture (AA) pertama kali dijelaskan pada tahun 1950-an. Terapi ini dilakukan dengan memberikan stimulasi pada titik-titik akupunktur tertentu yang berada di telinga luar.
Dalam konsep Traditional Chinese Medicine (TCM), daun telinga dipandang sebagai sebuah microsystem yang mencerminkan peta organ tubuh manusia. Posisi titik-titik auriculopunktur di telinga digambarkan menyerupai posisi janin terbalik di dalam kandungan.
Terapi auriculopunktur cukup diminati karena dapat dilakukan tanpa menggunakan jarum akupunktur. Oleh karena itu, terapi ini dinilai lebih ramah bagi individu yang memiliki ketakutan terhadap jarum.
Penggunaan Auricular Seeds dalam Terapi
Pada praktiknya, terapis dapat menggunakan auricular seed atau biji vaccaria yang ditempelkan menggunakan plester medis tipis pada titik-titik telinga yang telah ditentukan. Metode ini menjadi salah satu pendekatan yang praktis karena memungkinkan pasien melakukan stimulasi secara mandiri setelah pemasangan.
Kelebihan utama penggunaan metode seeds adalah sifatnya yang praktis dan mudah dilakukan. Setelah auricular seeds ditempelkan oleh terapis, pasien dapat melanjutkan stimulasi mandiri dengan cara memijat lembut titik tersebut, terutama sekitar 30 menit sebelum waktu tidur.
Auricular seeds umumnya dapat bertahan selama 3–4 hari. Setelah itu, penggantian seeds perlu dilakukan oleh terapis untuk menjaga kebersihan, mencegah iritasi, serta mengurangi risiko pertumbuhan jamur atau bakteri pada area telinga.
Rancangan Penelitian Auriculopunktur
Penelitian ini menggunakan quasi experiment design dengan pendekatan pre-post test control group design. Subjek penelitian berjumlah 22 orang yang dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu 11 subjek pada kelompok perlakuan dan 11 subjek pada kelompok kontrol.
Kelompok perlakuan menerima terapi auriculopunktur selama dua minggu pada titik shenmen, jantung, dan limpa. Sementara itu, kelompok kontrol hanya mengikuti pengisian kuesioner KSPBJ-IRS atau Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta–Insomnia Rating Scale tanpa perlakuan tambahan.
Pengukuran dilakukan melalui pre-test, mid-test, dan post-test. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat insomnia sebelum, selama, dan setelah intervensi dilakukan.
Hasil Penelitian Menunjukkan Penurunan Skor Insomnia
Hasil uji normalitas pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis dilanjutkan menggunakan uji beda Mann-Whitney U Test.
Hasil uji tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap penurunan skor KSPBJ-IRS antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, dengan nilai p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi auriculopunktur memberikan pengaruh terhadap penurunan tingkat insomnia pada responden penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, terapi auriculopunktur pada titik shenmen, jantung, dan limpa menunjukkan adanya penurunan keluhan insomnia. Responden yang menjalani terapi melaporkan waktu untuk memulai tidur menjadi lebih cepat dan durasi tidur nyenyak meningkat.
Auriculopunktur sebagai Terapi Pendukung Insomnia
Penurunan skor insomnia pada KSPBJ-IRS menunjukkan bahwa terapi auriculopunktur berpotensi menjadi salah satu terapi pendukung dalam membantu mengatasi insomnia. Terapi ini dapat menjadi pilihan nonfarmakologis yang relatif praktis, terutama bagi individu yang membutuhkan pendekatan pendamping selain perubahan pola tidur dan pengelolaan stres.
Namun, penerapan terapi tetap perlu dilakukan oleh terapis yang kompeten agar titik stimulasi, kebersihan alat, dan prosedur terapi dapat dilakukan dengan tepat. Selain itu, individu dengan insomnia berat, keluhan berkepanjangan, atau gangguan psikologis tertentu tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, auriculopunktur dapat menjadi salah satu pendekatan komplementer yang mendukung peningkatan kualitas tidur. Terapi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa penanganan insomnia dapat dilakukan melalui pendekatan yang aman, terarah, dan sesuai kebutuhan individu.
[BACA JUGA: Smart Education: The Importance of the “Ten Rights” Principle in Medication Use for Adolescents]
Penulis: Dimas Nurwahyu Sidiq
Pembimbing: Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si. dan dr. Andry Hartanto, Sp.Ak.
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



