VOKASI NEWS – Mahasiswa D-III Keperawatan Vokasi UNAIR mengedukasi siswa SDIT Ghilmani tentang sistem pencernaan melalui metode storytelling bilingual yang interaktif.
Edukasi Sistem Pencernaan di SDIT Ghilmani Surabaya
Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) dalam mata kuliah Bahasa Inggris di SDIT Ghilmani, Jalan Ketintang Barat I No. 27, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas 2 sekolah dasar mengenai sistem pencernaan manusia melalui metode pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh Kelompok 1 yang terdiri atas Silvi, Haura, Dea, dan Ratu. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan metode storytelling bilingual dengan memadukan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sistem pencernaan. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada kosakata sederhana dalam Bahasa Inggris yang berkaitan dengan organ-organ pencernaan.
Mengajarkan Sistem Pencernaan melalui Cerita
Materi disampaikan melalui cerita sederhana mengenai perjalanan makanan di dalam tubuh manusia. Cerita diawali dengan kondisi seseorang yang merasa lapar dan mulai makan.
Selanjutnya, siswa diajak mengikuti perjalanan makanan mulai dari mulut sebagai tempat makanan dikunyah oleh gigi, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Setelah itu, makanan diproses lebih lanjut di usus halus untuk penyerapan zat gizi, diteruskan ke usus besar, hingga akhirnya sisa makanan dikeluarkan melalui anus.
Penyampaian cerita dilakukan secara bergantian menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Silvi bertugas membawakan cerita dalam Bahasa Indonesia, sedangkan Haura membawakan cerita dalam Bahasa Inggris.
Pendekatan Bilingual yang Menyenangkan
Pendekatan bilingual dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus memperoleh pengalaman belajar bahasa yang menyenangkan. Dengan cara ini, siswa dapat mengenal organ pencernaan tidak hanya dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga melalui kosakata sederhana dalam Bahasa Inggris.
Selain itu, metode storytelling membuat materi kesehatan yang awalnya terasa sulit menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Cerita mengenai perjalanan makanan membantu siswa membayangkan proses pencernaan secara runtut dan sederhana.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan pembelajaran menjadi lebih hidup. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses belajar melalui cerita, pertanyaan, dan aktivitas interaktif.
Media Alat Peraga Sistem Pencernaan
Untuk mendukung proses pembelajaran, mahasiswa membawa media edukasi berupa alat peraga sistem pencernaan manusia. Alat peraga tersebut membantu siswa memvisualisasikan letak dan fungsi organ-organ pencernaan.
Kehadiran alat peraga membuat materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami. Siswa dapat melihat secara langsung gambaran jalannya proses pencernaan dalam tubuh manusia, mulai dari mulut hingga anus.
Selain itu, media pembelajaran tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih interaktif. Siswa tampak lebih tertarik karena dapat mengamati bentuk organ pencernaan secara visual sambil mendengarkan penjelasan dari mahasiswa.
Storytelling Meningkatkan Perhatian Siswa
Menurut Silvi, penggunaan metode storytelling dipilih karena mampu meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Metode ini dinilai sesuai untuk siswa sekolah dasar karena penyampaian materi dilakukan melalui alur cerita yang sederhana dan mudah diikuti.
“Melalui cerita yang sederhana dan alat peraga yang menarik, siswa lebih mudah memahami perjalanan makanan dalam sistem pencernaan manusia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang kreatif dapat membantu siswa memahami materi kesehatan dengan lebih menyenangkan. Dengan demikian, edukasi tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian informasi, tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan.
Antusiasme Siswa dalam Mengikuti Kegiatan
Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mendengarkan cerita, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang diberikan.
Setelah sesi storytelling selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking dan permainan tebak-tebakan yang dipandu oleh Dea dan Ratu. Kegiatan ini bertujuan mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Melalui permainan tersebut, siswa dapat mengingat kembali urutan organ pencernaan dengan cara yang ringan dan interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menjawab pertanyaan di depan teman-temannya.
Peningkatan Pemahaman tentang Sistem Pencernaan
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Mereka juga dapat menyebutkan urutan organ pencernaan manusia sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
Selain memahami materi sistem pencernaan, siswa terlihat lebih percaya diri dalam menyebutkan beberapa kosakata sederhana dalam Bahasa Inggris. Kosakata tersebut diperkenalkan selama kegiatan berlangsung melalui cerita dan aktivitas tanya jawab.
Dengan adanya kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan kesehatan, tetapi juga mendukung pengenalan bahasa asing secara sederhana sejak dini.
Pengalaman Belajar bagi Mahasiswa Keperawatan
Melalui kegiatan Project Based Learning ini, mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan materi kepada anak-anak.
Selain itu, mahasiswa belajar membangun kerja sama tim dalam merancang, menyampaikan, dan mengevaluasi kegiatan edukasi. Setiap anggota kelompok memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar dan sesuai tujuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem pencernaan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran kesehatan dapat disampaikan melalui metode yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
[BACA JUGA: PBVISIT 2026: Menyelami Kebijakan Moneter dan Transformasi Digital]
Penulis: Syahida Silvi Dwi Ameliah, Haura Raghdah Zakiyah, Dea Nur Adhiba, dan Ratu
Umamah
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Editor: Alkeshar (Tim Vokasi Branding)



