VOKASI NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), Jumrotul Nur Farida, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UMKM Kerupuk Gendar “Mak Seh”. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, yaitu pada tanggal 1 hingga 30 September 2025. UMKM ini berlokasi di Dusun Gampeng, Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Usaha rumahan tersebut mengolah sisa nasi menjadi kerupuk gendar khas Jawa. Kegiatan PKL difokuskan pada penyusunan laporan laba rugi untuk membantu pemilik usaha, Kasih, mengetahui kondisi keuangan secara lebih akurat.
Selama ini, transaksi penjualan maupun pembelian bahan baku hanya dicatat seadanya tanpa mengikuti kaidah pembukuan yang baku. Kondisi tersebut membuat pemilik usaha kesulitan menghitung biaya produksi maupun laba yang diperoleh setiap bulan. Permasalahan ini semakin kompleks karena pemilik usaha masih mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Akibatnya, arus kas menjadi kurang stabil dan sulit dievaluasi secara objektif.
Pendampingan Melalui Observasi dan Wawancara
Proses pendampingan dilakukan selama satu bulan penuh dengan menggunakan metode partisipatif, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Kamis hingga Minggu pukul 10.00–16.00 WIB. Farida terlibat langsung dalam aktivitas operasional UMKM, mulai dari proses pembuatan adonan, penjemuran gendar, penggorengan, pengemasan, hingga transaksi penjualan harian. Seluruh data transaksi kemudian dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan kategori pendapatan dan pengeluaran untuk memudahkan proses analisis.
Kasih, pemilik UMKM Kerupuk Gendar “Mak Seh”, menuturkan bahwa pencatatan keuangan usahanya selama ini hanya mengandalkan ingatan tanpa pembukuan yang jelas.
“Selama ini catatan uang masuk dan keluar hanya ditulis seadanya, jadi kadang bingung sendiri untung atau tidak dalam sebulan,” ujar Kasih saat ditemui di rumah produksinya.
Hasil Laporan Laba Rugi dan Rekomendasi
Berdasarkan pengolahan data selama satu bulan, tercatat total penjualan UMKM Kerupuk Gendar “Mak Seh” sebesar Rp1.536.000 dengan Harga Pokok Produksi mencapai Rp785.000, sehingga diperoleh laba kotor sebesar Rp751.000. Setelah dikurangi beban pemasaran sebesar Rp20.000, usaha tersebut berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp731.000 pada periode 1-30 September 2025. Perhitungan ini turut memuat rincian biaya bahan baku seperti beras, tepung tapioka, bumbu, minyak goreng, hingga biaya tenaga kerja dan overhead.
Farida turut memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik usaha, di antaranya mulai menggunakan alat bantu pencatatan digital sederhana seperti Excel atau Google Sheets serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha. Rekomendasi tersebut disampaikan agar laporan laba rugi dapat disusun secara konsisten setiap bulan tanpa bergantung pada ingatan semata.
Diharapkan Berkelanjutan
Dosen Pembimbing PKL, Prinintha Nanda Soemarsono, menyampaikan bahwa pendampingan penyusunan laporan keuangan semacam ini penting dilakukan agar pelaku UMKM memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan bisnis. Ia berharap ilmu akuntansi yang diterapkan mahasiswa dapat memberi dampak nyata bagi keberlanjutan usaha mitra PKL.
Melalui kegiatan PKL ini, UMKM Kerupuk Gendar “Mak Seh” diharapkan mampu menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib sehingga dapat mengevaluasi kinerja usaha secara berkala. Kegiatan ini turut menjadi bukti kontribusi mahasiswa Fakultas Vokasi Unair dalam mendorong pengelolaan keuangan UMKM di daerah menjadi lebih akuntabel.
[BACA JUGA: Verifikasi Geometri Bantu Jaga Ketepatan Radioterapi Kanker Nasofaring]
Penulis: Jumrotul Nur Farida
Pembimbing: Prinintha Nanda Soemarsono
Editor: Aghnia Faizatus Z. (Tim Branding Vokasi)



