VOKASI NEWS — Penelitian menerapkan metode Thresholding Otsu pada citra sinar-X lumbal untuk mendukung identifikasi osteoporosis secara lebih objektif melalui pengolahan citra digital.
Osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan densitas mineral tulang sehingga meningkatkan risiko terjadinya fraktur. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut, terutama wanita pascamenopause. Salah satu area yang sering mengalami dampak osteoporosis adalah tulang belakang bagian lumbal karena memiliki struktur trabekular yang sensitif terhadap perubahan densitas tulang. Deteksi dini osteoporosis menjadi penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Thresholding Otsu pada Citra Radiografi
Pemeriksaan radiografi sinar-X masih menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi kondisi tulang karena mudah diakses, biaya relatif terjangkau, dan mampu menampilkan struktur anatomi tulang secara jelas. Namun, interpretasi citra radiografi secara visual sering kali bergantung pada pengalaman radiolog dan dapat menimbulkan perbedaan penilaian. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih objektif untuk membantu proses analisis citra.
Perkembangan teknologi pengolahan citra digital memungkinkan pemanfaatan berbagai metode segmentasi untuk mendukung diagnosis berbasis komputer. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Thresholding Otsu. Metode ini bekerja dengan menentukan nilai ambang (threshold) secara otomatis berdasarkan distribusi intensitas piksel pada citra. Keunggulan metode Otsu adalah kemampuannya melakukan segmentasi secara sederhana, cepat, dan tidak memerlukan data pelatihan seperti metode berbasis kecerdasan buatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Thresholding Otsu pada citra sinar-X tulang lumbal proyeksi anteroposterior (AP) guna membedakan kondisi tulang normal dan osteoporosis/degeneratif. Sebanyak 117 citra sinar-X lumbal dari arsip radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan digunakan sebagai sampel penelitian. Tahapan pengolahan citra meliputi konversi grayscale, reduksi noise menggunakan Gaussian filter, peningkatan kontras dengan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE), dan segmentasi menggunakan metode Thresholding Otsu.
Hasil Segmentasi pada Citra Lumbal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai threshold rata-rata pada kelompok normal sebesar 0,5121560, sedangkan kelompok osteoporosis/degeneratif memiliki nilai rata-rata 0,5037811. Analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) menghasilkan nilai cutoff sebesar 0,48627 dengan sensitivitas 25% dan spesifisitas 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Thresholding Otsu mampu melakukan segmentasi citra secara otomatis dan objektif. Namun, distribusi nilai threshold antara kelompok normal dan osteoporosis/degeneratif masih menunjukkan adanya tumpang tindih (overlap), sehingga kemampuan klasifikasi belum optimal.
Meskipun demikian, penelitian ini membuktikan bahwa metode Thresholding Otsu memiliki potensi sebagai pendekatan awal. Metode ini dapat digunakan dalam pengembangan sistem pendukung diagnosis osteoporosis berbasis citra sinar-X lumbal. Pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan. Misalnya, melalui kombinasi ekstraksi fitur atau metode klasifikasi lainnya. Dengan cara ini, akurasi identifikasi osteoporosis diharapkan dapat meningkat. Hasilnya dapat membantu tenaga kesehatan mengevaluasi kondisi tulang secara lebih objektif dan efisien.
[BACA JUGA: Mendalami Administrasi Kepegawaian Melalui Magang Kerja]
Penulis: Tria Zaqiatuz Zahro
Editor: Inviana (Tim Vokasi Branding)



